MediaMerdeka.com – Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia demi memperketat pemberian subsidi BBM berdasarkan desil dinilai kurang efektif.
Ekonom sekaligus Direktur Kolaborasi Internasional Indef Imaduddin Abdullah menyebutkan pemberian subsidi langsung kepada penerima atau orang akan makin tepat sasaran.
“Perlu bergeser subsidinya, dari subsidi barang, pindah ke subsidi orang,” kata Imaduddin saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, ketika pihak pemerintah masih menyalurkan subsidi melalui barang, maka akan sulit mengendalikannya.
Sedangkan, lanjut Imaduddin, apabila subsidi itu disalurkan melalui orang atau penerima manfaat, maka jauh makin tepat sasaran, lantaran nantinya harga barang di pasaran akan sama tanpa wajib ada yang subsidi dan nonsubsidi.
Ia menilai bahwa pencabutan atau penertiban subsidi energi cukup sulit terutama secara politik, lantaran ketika ada wacana demi pengendalian maka diartikan nantinya ada kenaikan harga.
“Karena memang pencabutan subsidi kan bukan hal yang mudah secara politis, nantinya senantiasa dikaitkan antara subsidi energi dicabut bersama terjadinya kenaikan harga,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengimbau ketika pihak pemerintah akan mengendalikan subsidi energi wajib mencari momentum yang tepat salah satunya ketika harga sedang merasakan penurunan.
“Makanya, kita senantiasa menyebutkan bahwa bila misalnya mau ada reformulasi subsidi itu, teramat tepat dilakukan ketika harganya sedang merasakan penurunan,” katanya.
Semasih belumnya, Purbaya menyebutkan pengendalian subsidi BBM khususnya Pertalite, akan dilakukan secara bertahap dan sistem yang dimiliki Pertamina telah mumpuni demi pembatasan tersebut.
“Kita membahas kebarangkalian implementasi pembatasan subsidi Pertalite demi yang tingkat atas,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (11/8/2026) setelah menyambut baik kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Ia menyebutkan bahwa pengendalian subsidi BBM dapat dilakukan bersama tidak diperbolehkannya masyarakat sekitar yang masuk desil 9 dan 10 membeli Pertalite, mereka wajib membeli BBM nonsubsidi.
Menurut dia, pengendalian subsidi BBM pada saat ini masih dalam pembahasan dan diharapkan dalam waktu tidak lama setelah seluruh sistem siap dapat diimplementasikan.
“Mungkin yang masuk desil 9-10. Supaya sejumlah bulan lalu kita dapat kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya,” ujarnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

