Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi

admin
By
admin
2 Min Read

MediaMerdeka.com – Aparat kepihak kepolisianan membeberkan motif yang melatarbelakangi tersangka dalam kasus pembunuhan berencana masyarakat sekitar negara asing asal Korea Selatan Byong Chan Sang (66), seorang pengusaha furnitur yang tinggal di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kepala Kepihak kepolisianan Resor Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Sumarni menegaskan penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada Selasa (26/5) tersebut, yakni SJ selaku mantan istri pihak korban dan HW yang berperan sebagai eksekutor.

“Hasil pemeriksaan memperlihatkan bahwa motif SJ merupakan rasa sakit hati, dendam, tekanan batin, dugaan kekerasan yang dilakukan pihak korban selama hidup bersama serta keinginan demi menguasai harta milik pihak korban,” ujar Sumarni dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (2/6/2026).

Dia menerangkan, SJ mengaku bila selama ini pihak korban tidak menyerahkan nafkah kepada kalangan anak mereka setelah perceraian.

Selain itu, masih terdapat persoalan terkait pemuntukan harta yang masih belum terberakhirkan.

Dari hasil penyidikan, SJ lalu merancang pembunuhan terhadap mantan suaminya bersama melibatkan HW, pria yang dikenal saat berolahraga di pusat kebugaran.

SJ menjanapabilan imbalan sebesar Rp139 juta demi menghabisi nyawa pihak korban.

Polisi mengungkap pembunuhan tersebut bukan tindakan spontan.

Kedua tersangka sejumlah kali bertemu demi menyusun rencana pembunuhan, termasuk membahas cara pelaksanaan hingga pembayaran upah untuk eksekutor.

Pembunuhan ini diawali perencanaan matang. Ada sejumlah kali pertemuan antara SJ dan HW demi membahas rencana tersebut,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Sementara itu, HW mengaku menyambut baik tawaran tersebut lantaran alasan ekonomi. HW menegaskan kondisi keuangan keluarganya sedang terpuruk berakibat tergiur bersama bayaran yang dijanapabilan.

“Motif HW murni faktor ekonomi. Yang bersangkutan membutuhkan uang dan akhirnya menyambut baik tawaran demi menjalankan pembunuhan,” kata Sumarni.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *