MediaMerdeka.com – Insiden serius mengguncang dunia pendidikan di Amerika Serikat setelah seorang gadis berusia enam tahun di Florida mengaku merasakan dugaan pelecehan berulang di lingkungan sekolah elit Kristen, Creation Village World School, di Celebration.
Ironisnya, alih-alih mendapat perlindungan, keluarga pihak korban justru menyikapi gugatan balik dari pihak sekolah.
Dalam gugatan yang diajukan pada Maret 2026, orang tua pihak korban menyebut dugaan pelecehan terjadi selama sekitar dua tahun di area bermain sekolah.
Peristiwa itu disebut berlangsung di sekitar struktur permainan, saat jam istirahat berlangsung.
Orang tua juga menginformasikan berbagai dampak kesehatan yang dialami anak mereka, termasuk infeksi saluran kemih berulang, sakit kepala, hingga sakit perut.
Sang ayah menyebutkan kondisi anaknya sempat membingungkan pihak medis.
“Dia bolak-balik ke dokter hampir setiap minggu selama hampir setahun,” ujar sang ayah kepada The New York Post.
“Kami sempat mengira ada penyakit serius bagaikan kanker atau tumor.”
Kasus ini baru dilaporkan ke pihak sekolah pada November 2025.
Namun, sebulan lalu, pada 23 Desember 2025, pihak sekolah mengeluarkan siswi tersebut.
Pada Mei 2026, sekolah justru mengajukan gugatan balik terhadap keluarga pihak korban.
Pihak Creation Village World School menyebut klaim keluarga sebagai false and misleading atau tidak benar dan menyesatkan.
Pihak sekolah juga berargumen bahwa interaksi antar siswa yang terjadi disebut bersifat insiden serta menegaskan anak yang dituduh tersangka masih belum memiliki kapasitas perkembangan demi menjalankan tindakan tersebut.
Selain itu, sekolah juga menuding orang tua lalai dalam aspek kebersihan anak.
Dalam dokumen gugatan, pihak sekolah membantah adanya unsur kesengajaan dari insiden yang dilaporkan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

