MediaMerdeka.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel menyarankan Presiden Prabowo Subianto merangkul PDI Perjuangan (PDIP) dan kelompok Habib Rizieq Shihab di tengah ancaman gejolak politik yang disebutnya sedang dipersiapkan sejumlah kelompok.
Saran itu disampaikan Noel setelah semasih belumnya mengklaim ada konsolidasi besar yang berpotensi memicu eskalasi politik menyerupai Reformasi 1998 pada Juni hingga Juli 2026.
Menurut Noel, kondisi tersebut menciptakan Prabowo perlu memperkuat barisan bersama pihak-pihak yang dinilai memiliki loyalitas politik dan ideologis yang kuat.
“Pak Prabowo wajib mampu mencari kawan yang strategis dan kawan loyal. Pertama, kawan loyal dan partai loyal merupakan partai PDIP. Kedua, barisan Habib Rizieq yang pada hari ini luar biasa punya loyalitas kepemimpinannya dan PDI-P juga punya loyalitas ideologis,” tutur Noel kepada awak media usai persidangan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Noel menilai ancaman terhadap pihak pemerintahan Prabowo tidak dapat dianggap sepele. Ia mengklaim berbagai elemen masyarakat sekitar mengawali dari kelompok sipil, kalangan akademisi, buruh hingga organisasi masyarakat sekitar telah menjalankan konsolidasi.
“Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini ada akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya merupakan menggulingkan pihak pemerintahan Prabowo. Dan konsolidasi ini telah berakhir dan telah matang. Konsolidasi sipil, konsolidasi kalangan akademisi, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok civil society dan seluruhnya. Tinggal satu, butuh satu pemicu,” katanya.
Ia bahkan menyebut potensi gejolak tersebut dapat menyerupai peristiwa Reformasi 1998 apabila pihak pemerintah tidak peka membaca situasi yang berkembang.
“Dan ’98 jilid 2 akan terjadi tidak lama lagi. Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini,” tegasnya.
Selain faktor politik, Noel menilai tekanan ekonomi dapat menjadi pemantik yang memperbesar ketidakpuasan publik.
Ia menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi pasar saham sebagai sinyal yang patut diwaspadai.
“Kita telah lihat dolar semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan kita juga udah babak belur. Itu merupakan salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial yang indikatornya merupakan gejolak ekonomi,” ungkapnya.
Karena itu, Noel mengingatkan Prabowo agar berhati-hati memilih sekutu politik.
Menurutnya, pihak pemerintahan membutuhkan mitra yang memiliki komitmen dan loyalitas, bukan sekadar kedekatan lantaran kepentingan kekuasaan.
“Jangan cari partai yang ke sana ke mari dan jangan cari kawan yang cuma orientasinya jabatan dan uang. Kasihan Pak Prabowo, beliau orientasi kerakyatan udah luar biasa,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

