Demi Jalan-Jalan Lepas Penat, Ibu di Bantul Tega Lakban Mulut dan Kaki Balitanya di Kontrakan

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Seorang ibu di Bantul, Yogyakarta, menjadi sorotan setelah terpergok mengikat anak kandungnya yang berusia tiga tahun memakai lakban pada untukan mulut, tangan, dan kaki semasih belum meninggalkannya sendirian di rumah kontrakan.

Tindakan tersebut dilakukan sang ibu cuma demi dapat jalan-jalan atau healing guna melepas penat dan stres.

Kasus memprihatinkan ini terbongkar setelah masyarakat sekitar sekitar menaruh curiga lantaran mendengar suara tangisan anak kecil yang tidak kunjung berhenti sejak waktu Magrib.

Saat diperiksa, masyarakat sekitar menemukan balita tersebut dalam kondisi lemas terbaring di atas kasur bersama mulut, tangan, dan kakinya terikat lakban erat di dalam kamar kontrakan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepihak kepolisianan, tersangka mengaku menjalankan aksi nekat tersebut lantaran merasa kelelahan mengurus anak sendirian di saat suaminya sedang bekerja di luar kota.

“Karena stres dan kelelahan, ibu pihak korban mengaku melakban anaknya lalu pergi keluar rumah demi melepas penat. Saat itu, suaminya sedang bekerja di luar kota,” tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @infonesiaku.id pada Kamis, 4 Juni 2026.

Meski tindakan sang ibu telah memenuhi unsur pidana kekerasan terhadap anak, kasus ini akhirnya diberakhirkan melalui jalur restorative justice.

Hal ini dilantarankan ayah pihak korban memilih demi berdamai dan tidak menginformasikan istrinya ke jalur hukum demi mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka.

Saat ini, balita malang tersebut berada dalam kondisi aman dan dirawat sementara oleh bibinya.

Keputusan damai tersebut memicu perdebatan dan kemarahan besar dari masyarakat sekitarnet.

Banyak yang menilai tindakan sang ibu telah amat keterlaluan dan tidak pantas memperoleh pengampunan tanpa adanya proses hukum yang menyerahkan efek jera.

“Udah dibilang bila masih miskin dan masih belum puas masa remajanya, nggak usah nikah Asuw!” tulis akun @han*** di kolom komentar bersama nada kesal.

Warganet lain juga mempertanyakan naluri keibuan tersangka yang dianggap tidak waras. “Ibu monyet juga nggak begini dah!” sindir akun @adi***.

Dukungan demi proses hukum mandiri tanpa delik aduan pun disuarakan.

“Yang kaya gini-gini wajibnya di penjara tanpa perlu adanya laporan, kasian si anak kalo kejadian ini terulang lagi,” tulis akun @rav*** yang mencemaskan keselamatan masa depan balita tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *