MediaMerdeka.com – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak agar Kejaksaan Agung menjalankan pengembangan penyidikan dalam kasus tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menyebutkan, setidaknya ada satu orang lagi yang sewajibnya menjadi tersangka dalam perkara ini.
“Kejaksaan Agung elah menetapkan tiga tersangka, setidaknya minimal satu lagi tersangka,” kata Boyamin, saat dihubungi, Jumat (5/6/2026).
Boyamin menyebutkan, berdasarkan temuannya, satu orang yang hingga pada saat ini masih belum dijadikan tersangka yakni oknum aparatur negara tinggi yang diduga memiliki sekitar 20 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Pejabat tinggi ini dari temuan saya, diduga punya dua puluhan SPPG atau dua puluhan dapur umum,” ungkapnya.
Boyamin mengaku, orang ini merupakan sosok aparatur negara eselon satu yang berada dalam struktur BGN. Menurutnya, seorang aparatur negara yang fungsinya mengawasi tidak diperbolehkan demi memiliki SPPG.
“Mestinya tidak boleh, lantaran dia fungsi oknum aparatur negara eselon satu ini, tingkat tinggi ini, justru fungsinya pengawasan. Mestinya dia ngawasi jangan sampai ada dugaan penyimpangan-penyimpangan,” jelasnya.
“Padahal penyimpangannya jelas diduga ada sejak awal terkait bersama pimpinan-pimpinan BGN punya afiliasi bersama SPPG, juga berkaitan bersama pengadaan-pengadaan yang diduga terjadi penyimpangan-penyimpangan,” imbuhnya.
Atas temuannya ini, Boyamin berencana bakal menginformasikan hal ini ke Kejaksaan Agung secara resmi.
“Saya akan menginformasikan resmi kepada Kejaksaan Agung bersama surat resmi dilengkapi nama yang bersangkutan dan juga dapur umumnya di mana yang dua puluhan tadi, dan juga apa fungsi jabatannya gitu,” katanya.
Namun, apabila hal itu tidak ditanggapi oleh pihak Kejagung, Boyamin berencana bakal menjalankan gugatan praperadilan demi mengungkap nama tersebut.
“Kalau ini tidak ditindaklanjuti, maka ya bagaikan biasa, saya gugat ke praperadilan demi membuka siapa nama orang itu dan termasuk dugaan penyimpangannya memiliki dua puluhan dapur umum atau SPPG,” tandasnya.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

