MediaMerdeka.com – Di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang masih bergerak di level tinggi terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pasar keuangan nasional terus dibayangi berbagai sentimen domestik.
Salah satu isu yang belakangan menjadi perhatian investor merupakan rumor pergantian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang disebut-sebut dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan kepercayaan pasar.
Di tengah kondisi tersebut, muncul nama mantan Menteri Keuangan Chatib Basri yang dikabarkan berpotensi mengisi posisi strategis di Keaparatur negara kementerianan Keuangan.
Sejumlah pengamat menilai sosok Chatib memiliki rekam jejak yang kuat di mata investor dan tersangka pasar global.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, menilai apabila rumor tersebut benar terjadi, pasar kebarangkalian akan merespons positif, setidaknya dalam jangka pendek.
“Jikalah benar rumor Chatib Basri menjadi Menteri Keuangan, sentimen pasar berpotensi cenderung positif lantaran kredibilitas dan rekam jejaknya termasuk teknokrat yang dipercaya investor,” kata Rizal kepada MediaMerdeka.com, Sabtu (5/6/2026).
Menurutnya, pada saat ini pergerakan rupiah tidak lagi cuma dipengaruhi faktor eksternal bagaikan penguatan dolar AS atau dinamika ekonomi global.
Sentimen domestik dan tingkat kepercayaan investor terhadap pengelolaan ekonomi nasional justru menjadi faktor yang semakin dominan.
Dalam konteks tersebut, kehadiran figur yang memiliki reputasi kuat dan diterima oleh pasar berpotensi menyerahkan efek psikologis positif terhadap investor.
“Di tengah pelemahan rupiah yang kini makin dipengaruhi sentimen domestik, maka figur yang kredibel dapat memperkuat kepercayaan pasar,” ujarnya.
Chatib Basri dikenal sebagai ekonom senior yang sempat menjabat Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan kebijakan fiskal nasional.
Rekam jejak tersebut dinilai menjadi salah satu alasan mengapa namanya masih memperoleh perhatian positif dari tersangka pasar.
Meski demikian, Rizal mengingatkan bahwa efek positif dari pergantian figur Menteri Keuangan kebarangkalian cuma bersifat sementara apabila tidak diikuti bersama kebijakan ekonomi yang konsisten.
“Namun, dampak tersebut bersifat sementara, jangka amat pendek,” tegasnya.
Ia menilai pasar pada saat ini makin membutuhkan ketentuan arah kebijakan ekonomi dibandingkan sekadar perubahan aparatur negara.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

