MediaMerdeka.com – Penguatan ekosistem halal menjadi salah satu agenda strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 yang diselenggarakan oleh Kabar Grup Indonesia bersama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Auditorium UIN Sunan Kalijaga.
Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Halal demi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan pihak pemerintah, akademisi, tersangka usaha, komunitas, lembaga keuangan syariah, media, dan generasi muda demi memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional sekaligus mempersiapkan implementasi kebijakan wajib halal pada Oktober 2026.
Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 menghadirkan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA sebagai keynote speaker, serta sejumlah narasumber dari unsur pihak pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri, lembaga edukasi halal, dan sektor keuangan syariah.
Penguatan Ekosistem Halal Jadi Agenda Strategis Nasional
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menegaskan bahwa ekonomi syariah kini berkembang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang makin inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan ekosistem halal tidak cuma berkaitan bersama sertifikasi produk, namun juga mencakup penguatan rantai nilai halal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan industri halal nasional secara menyeluruh.
Ia menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi berbagai pihak agar mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
“Indonesia juga wajib punya culture right, mengartikulasikan kitab suci Al Quran itu lantaran Al Quran itu bukan cuma demi orang Arab namun demi Rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Nasaruddin juga menegaskan bahwa konsep halal wajib dipahami sebagai untukan dari sebuah ekosistem yang utuh.
“Di dalam Al Quran sebetulnya halal itu tidak cuma berdiri sendiri, tapi senantiasa wajib di ekosistemnya itu tidak bagaikan yang disampaikan tadi, namun ekosistem halal itu Halalan Toyyiban dan Mubarah,” ujarnya.
Halal Berkembang Menjadi Ekosistem Nilai dan Kepercayaan
CEO Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 merupakan bentuk kontribusi media dan masyarakat sekitar dalam mendukung pembangunan nasional melalui ruang dialog yang produktif dan kolaboratif.
“Sebuah upaya yang kami lakukan sebagai wujud partisipasi media, wujud partisipasi masyarakat sekitar demi memberi hal-hal yang dapat kita sumbangkan buat republik ini,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad menegaskan bahwa halal pada saat ini telah berkembang menjadi untukan dari sistem kepercayaan dalam ekonomi modern.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

