MediaMerdeka.com – Akses terhadap energi listrik yang merata dan berkeadilan terus dipacu oleh Pemerintah Indonesia melalui koridor kebijakan strategis.
Keaparatur negara kementerianan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi telah memasang target ambisius berupa perluasan jaringan dan akses listrik di 2.065 lokasi baru di seluruh penjuru tanah air, bersama proyeksi mampu menjangkau hingga 173.853 calon pelanggan teranyar.
Langkah akselerasi ini berjalan beriringan bersama capaian impresif sektor ketenagalistrikan nasional, di mana per triwulan I 2026, rasio elektrifikasi di Indonesia dilaporkan telah sukses menyentuh angka 99,83 persen.
Guna mengonfirmasi setiap wilayah memperoleh pasokan daya yang optimal, pihak pemerintah tidak menerapkan kebijakan tunggal yang kaku.
Karakteristik geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan menuntut adanya penyesuaian infrastruktur yang adaptif di setiap daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Keaparatur negara kementerianan ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa formulasi kebijakan ke depan akan mengandalkan pendekatan yang berbasis pada kondisi riil di lapangan.
Sinergi ini diharapkan mampu memecahkan kebuntuan distribusi listrik di wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau oleh infrastruktur konvensional.
“Dalam upaya memperluas akses listrik, pihak pemerintah telah telah menetapkan empat strategi yang sesuai bersama kondisi wilayah, di mana terdiri dari perluasan jaringan atau grid, lalu mini-grid, PLTS individual dan battery, dan terakhir bersama bantuan pasang baru listrik (BPBL),” kata Tri saat rapat dengar pendapat bersama komisi XII DPR RI yang dikutip pada Jumat (5/6/2026).
Langkah taktis tersebut diintegrasikan ke dalam peta jalan Program Listrik Desa (Lisdes) serta skema Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) demi periode lima tahunan, yakni 2025-2029.
Peta jalan ini dirancang sebagai solusi jangka panjang dalam menuntaskan isu ketimpangan energi berkelanjutan, khususnya untuk masyarakat sekitar yang bermukim di wilayah terpencil, kawasan terluar, serta titik-titik pemukiman yang selama ini masih belum terkoneksi bersama jaringan transmisi utama.
Menengok ke belakang pada tahun anggaran 2025, pihak pemerintah pada awalnya mematok target pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 lokasi bersama sasaran 77.616 pelanggan.
Melalui langkah efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan anggaran negara, target performa tersebut sukses ditingkatkan menjadi 1.516 lokasi strategis.
“Di mana dalam perjalanan kita merasakan optimisasi anggaran yang dapat meningkat menjadi 1.516 lokasi di mana realisasi konstruksi telah berakhir 100 persen,” ujarnya.
Memasuki tahun berjalan 2026, Keaparatur negara kementerianan ESDM menaikkan volume cakupan program secara masif ke 2.065 lokasi guna menyerahkan daya listrik kepada 173.853 pelanggan baru.
Tren ekspansi ini diproyeksikan akan terus menanjak dan mencapai puncaknya pada tahun 2027, bersama membidik 2.759 lokasi serta memfasilitasi 215.108 pelanggan. Sementara demi fase akhir peta jalan, target perbaikan infrastruktur ditetapkan masing-masing merata di 1.735 lokasi pada tahun 2028 dan menyisakan 1.942 lokasi pada tahun 2029.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

