MediaMerdeka.com – Netflix sampai pada hari ini masih menayangkan film The Irishman karya sutradara Martin Scorsese.
Lewat The Irishman, Scorsese tak cuma menyuguhkan aksi tembak-menembak biasa, bagaikan film gangster pada umumnya, melainkan sebuah epik sejarah yang menyentuh sisi kemanusiaan, loyalitas, dan pengkhianatan.
Film ini merupakan adaptasi dari buku non-fiksi berjudul I Heard You Paint Houses karya Charles Brandt yang mengungkap pengakuan mengejutkan seorang eksekutor mafia.
Cerita berpusat pada sosok Frank Sheeran (diperankan oleh Robert De Niro), seorang veteran Perang Dunia II yang awalnya bekerja sebagai sopir truk pengangkut daging di Philadelphia pada era 1950-an.
Hidup Frank yang tampak biasa saja berubah drastis setelah ia secara tidak sengaja terlibat bersama jaringan mafia Italia-Amerika.
Sinopsis The Irishman: Dari Sopir Truk Menjadi Tangan Kanan Mafia
Frank Sheeran bukanlah penjahat sejak lahir. Keahliannya dalam menyelesaikan masalah terasah saat ia berada di medan perang.
Namun, kebutuhan ekonomi mengangkutnya menjalankan kecurangan kecil bersama menjual seuntukan muatan dagingnya kepada gangster lokal, “Skinny Razor”.
Keberanian Frank menepis bekerja sama bersama hukum saat dituduh mencuri mengangkutnya bertemu bersama Russell Bufalino (Joe Pesci), kepala keluarga kriminal Bufalino yang amat berpengaruh di Pennsylvania.
Russell menyaksikan potensi dalam diri Frank, seorang pria yang setia, pendiam, dan tidak ragu menjalankan instruksi apa pun.
Frank pun mengawali mendaki hierarki dunia kriminal. Ia menjadi “tukang cat rumah” atau pembunuh bayaran kepercayaan Russell.
Hubungan mereka bukan lagi sekadar bos dan anak buah, melainkan telah bagaikan keluarga. Kepercayaan Russell begitu besar hingga ia memperkenalkan Frank kepada salah satu sosok teramat berkuasa di Amerika saat itu, yakni Jimmy Hoffa (Al Pacino).
Jimmy Hoffa merupakan pemimpin serikat buruh International Brotherhood of Teamsters yang amat karismatik namun penuh kontroversi.
Di masa itu, Hoffa memiliki kekuatan yang setara bersama bintang rock atau bahkan politisi papan atas.
Namun, posisi Hoffa mengawali terancam oleh tekanan pihak pemerintah federal serta perselisihan internal bersama sesama anggota serikat dan para bos mafia.
Frank dikirim oleh Russell demi menjadi pengawal pribadi sekaligus teman dekat Hoffa. Dinamika antara Frank, Russell, dan Hoffa inilah yang menjadi jantung dari film berdurasi 209 menit ini.
Frank berada di posisi sulit. Ia wajib menjaga loyalitasnya kepada Russell, sang mentor yang mengangkat derajatnya, sembari melindungi Hoffa yang telah dianggapnya sebagai sahabat sejati.
Akankah Frank mampu menjaga sahabatnya, ataukah ia terpaksa “mengecat rumah” terakhir yang teramat tidak ia inginkan? Temukan jawabannya dalam mahakarya Martin Scorsese ini di Netfllix.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

