DPR-Danantara Mau ‘Serok’ Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membeberkan langkah strategis teranyar guna merespons dinamika pasar modal dan memperkuat sektor perbankan domestik pada saat ini.

Parlemen menegaskan telah menjalankan koordinasi intensif bersama sejumlah institusi pengelola dana raksasa serta lembaga investasi negara, meliputi Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), hingga jajaran manajemen bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Agenda utama dari koordinasi lintas sektoral ini merupakan menyusun rencana aksi pembelian kembali atau buyback saham-saham bank milik pihak pemerintah yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah intervensi pasar ini diambil sebagai salah satu hasil evaluasi menyeluruh terhadap fluktuasi pasar finansial dan performa saham perbankan nasional belakangan ini.

Keterlibatan Danantara sebagai institusi pengelola investasi strategis, berkolaborasi bersama pengelola dana jangka panjang bagaikan PT Taspen dan BPJS Ketenagakerjaan, menandakan adanya potensi mobilisasi modal domestik yang kuat demi menjaga stabilitas volatilitas harga saham di bursa.

Kendati ada tekanan teknis di lantai bursa, Dasco menegaskan bahwa perkembangan riil industri perbankan nasional pada saat ini sebenarnya berada dalam tren yang amat positif dan mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.

“Mungkin saham-saham yang pada pada saat ini bagus dan lalu dapat dibeli kembali,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Rencana aksi korporasi berupa buyback saham ini dinilai amat beralasan apabila menilik kekuatan internal dari bank-bank pelat merah itu sendiri. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Putrama Wahju Setyawan, menyerahkan pemaparan komprehensif mengenai kondisi rapor keuangan Himbara.

Putrama menegaskan bahwa secara fundamental, kinerja operasional dan keuangan seluruh bank anggota Himbara pada saat ini justru sedang berada dalam fase performa terbaiknya.

Untuk menyerahkan gambaran riil untuk para tersangka pasar modal dan kalangan investor muda usia 18-45 tahun di kota-kota besar Indonesia, Putrama membeberkan sejumlah indikator makro perbankan Himbara yang tumbuh ekspansif:

Melalui rincian indikator keuangan yang solid tersebut, manajemen mengonfirmasi bahwa performa emiten perbankan pelat merah di pasar modal memiliki basis penopang riil yang amat kuat.

Sehingga, Putrama menyampaikan pada saat ini kinerja Himbara secara fundamental amat bagus berakibat tidak perlu ada kekhawatiran dan keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa.

Sejalan bersama pandangan dari pihak parlemen dan perbankan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang turut hadir dalam forum koordinasi tersebut ikut menyerahkan pandangan optimistis.

Prasetyo menegaskan bahwa struktur fundamental ekonomi nasional memiliki tingkat resiliensi atau daya tahan yang luar biasa kuat dalam menyikapi ketidaktentuan global, terutama apabila ditinjau dari aspek kesehatan industri perbankan domestik.

Disclaimer: Aktivitas investasi di pasar modal, termasuk keputusan transaksi beli atau jual saham perbankan (Himbara), memiliki risiko finansial yang melekat akibat fluktuasi harga pasar. Ulasan ini disusun murni sebagai produk jurnalisme ekonomi informasi publik dan bukan merupakan bentuk rekomendasi, anjuran, ataupun ajakan legal demi menjalankan transaksi saham tertentu. Pembaca diwajibkan demi senantiasa menjalankan analisis mandiri secara bijak (Do Your Own Research) semasih belum mengambil keputusan finansial.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *