MediaMerdeka.com – Kota Belfast, Irlandia Utara dalam kondisi porak-poranda setelah Senin malam (8/6) penuh kerusuhan yang dipicu aksi demonstrasi anti-imigrasi.
Sejumlah rumah, bus, dan bisnis milik masyarakat sekitar asing dibakar massa, memperlihatkan eskalasi kekerasan yang mengkhawatirkan.
Kerusuhan pecah usai insiden penusukan pada Senin malam yang menciptakan seorang pria merasakan luka serius.
Aksi protes yang awalnya berlangsung di kawasan Newtownards Road berubah menjadi kekacauan setelah sebuah bus dibakar, memicu aksi lanjutan di berbagai titik kota.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengecam keras insiden tersebut dalam pernyataan resminya.
“Apa yang terjadi di Belfast amat mengejutkan dan tidak dapat diterima. Tidak ada pembenaran atas kekerasan ini,” tegasnya dikutip dari Metro.uk
Starmer juga menyoroti adanya indikasi serangan yang menargetkan individu berdasarkan latar belakang mereka.
Starmer menegaskan tersangka akan menyikapi konsekuensi hukum penuh dan mengimbau masyarakat sekitar demi tetap tenang.
Di lapangan, kerusakan terlihat meluas. Sejumlah rumah keluarga hangus terbakar, kendaraan rusak, dan fasilitas umum lumpuh.
Warga yang terdampak, termasuk kalangan anak, dilaporkan merasakan trauma akibat kekerasan yang terjadi.
Polisi menyebut situasi kini mengawali terkendali, namun ketegangan masih terasa di sejumlah wilayah.
Aparat keamanan tetap disiagakan demi mencegah potensi kerusuhan lanjutan.
Sementara itu, pihak berwenang mengonfirmasi tersangka penusukan, seorang pria berusia 30-an asal Sudan, masih dalam tahanan dan dijadwalkan menjalani proses hukum.
Insiden ini semakin memperkeruh situasi sosial di tengah meningkatnya sensitivitas isu imigrasi di Inggris.
Sejumlah tokoh masyarakat sekitar dan pemuka agama juga angkat suara, menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap komunitas minoritas.
Mereka menilai situasi ini bukan cuma krisis keamanan, namun juga ujian untuk kohesi sosial di kawasan tersebut.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

