Trump Marah! Ancam Hentikan Dukungan Militer ke Israel Gegara Ulah Netanyahu

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pemerintah Iran dan Israel pada Senin mengumumkan penghentian aksi saling serang secara langsung. Langkah penahanan diri ini diambil menyusul adanya desakan kuat dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kendati demikian, pihak Teheran melontarkan peringatan keras bahwa mereka siap mengangkat senjata kembali apabila militer Israel tetap melanjutkan agresi militer terhadap kelompok milisi Hezbollah di Lebanon.

Kontroversi benturan langsung antarkedua kekuatan utama regional tersebut sempat mengancam draf kesepakatan damai yang tengah diupayakan Washington demi mengakhiri konfrontasi terbuka yang telah pecah sejak sejumlah bulan lalu.

Kabar eskalasi militer yang sempat memanas sempat memicu guncangan hebat pada pasar komoditas dan mata uang global.

Harga minyak mentah dunia dilaporkan sempat melesat hingga 5% sesaat setelah serangan udara masif bergulir, semasih belum akhirnya melorot kembali usai komando militer Iran mengumumkan bahwa gelombang gempuran pertama mereka telah dinyatakan berakhir.

Di sisi lain, indeks mata uang dolar AS juga terpantau sedikit melorot dari level tertingginya dalam dua bulan terakhir setelah ketegangan mengawali mereda.

Rangkaian serangan balik ini bermula ketika Teheran meluncurkan gelombang rudal ke wilayah kedaulatan Israel pada Minggu malam.

Aksi tersebut diklaim sebagai bentuk pembalasan atas operasi militer Israel yang menyasar basis Hezbollah di pinggiran kota Beirut.

Merespon rudal Iran, jet tempur Israel bergerak membalas bersama menghancurkan sistem pertahanan udara serta kompleks industri petrokimia yang dituding menjadi basis produksi rudal balistik Iran.

Menanggapi hal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali meluncurkan serangan balasan bersama menargetkan fasilitas serupa milik Israel di kota Haifa. Hingga pada saat ini, otoritas kedua belah pihak menginformasikan tidak ada pihak korban jiwa yang jatuh akibat insiden tersebut.

Presiden AS Donald Trump terus menekan kedua belah pihak agar dalam waktu dekat menyepakati gencatan senjata permanen. Melalui platform media sosial pribadinya, Trump mengonfirmasi bahwa komunikasi intensif tengah berjalan.

“Negosiasi akhir menuju ‘Perdamaian’ sedang berlangsung, sejauh ketidaktahuan atau kebodohan tidak menghalanginya,” tulis Trump.

Dibalik formalitas tersebut, tensi diplomatik antara AS dan sekutu utamanya sempat memanas. Berdasarkan wawancara eksklusif bersama Axios, Trump mengaku telah menyerahkan peringatan keras secara personal kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Trump menegaskan bahwa apabila Tel Aviv bersikeras menyeret kawasan ke dalam perang total bersama Iran, maka Washington kebarangkalian besar tidak akan ikut campur secara militer.

“Saya katakan, ‘Bibi, kamu wajib berhati-hati, atau kamu akan berjuang sendirian dalam waktu dekat,'” ungkap Trump.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *