Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Blok politik sayap kanan di dalam pihak pemerintahan Israel mengawali mendesak perluasan agresi militer secara radikal ke wilayah Lebanon. Mereka menuntut serangan udara langsung ke ibu kota hingga opsi penahanan masyarakat sekitar sipil demi mematahkan perlawanan kelompok Hezbollah.

Langkah ekstrem ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya pembersihan etnis baru di Timur Tengah. Desakan tersebut mencuat di tengah meningkatnya intensitas saling serang memakai pesawat tanpa awak.

Rencana radikal ini disampaikan secara terbuka dalam pertemuan khusus komite keamanan tingkat tinggi Israel. Jajaran aparatur negara kementerian kabinet mendesak militer bertindak di luar batas konvensional.

“Kita wajib berpikir di luar kotak mengenai Hezbollah, dan kita juga wajib mempertimbangkan demi menduduki wilayah dan membunuh sejumlah teroris,” kata Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir saat pertemuan Kabinet Keamanan Israel pada Senin malam, bagaikan dikutip oleh surat kabar Maariv.

Ben-Gvir juga menyerukan demi “menangkap wanita dan kalangan anak,” bersama menyebutkan, “Inilah yang teramat menyakiti mereka.”

Seruan senada juga datang dari aparatur negara tinggi lain yang menginginkan kendali teritorial penuh atas Lebanon selatan. Pemerintah sayap kanan dinilai memanfaatkan situasi ini demi memperluas batas geografis mereka.

Menteri Urusan Permukiman Orit Strock secara terbuka menyerukan pendudukan wilayah di Lebanon.

Langkah ofensif ini dianggap krusial oleh kelompok radikal demi menghentikan pasokan logistik musuh. Di sisi lain, kebutuhan akan pasokan logistik tempur internal juga mengawali mendesak.

“Israel membutuhkan sejumlah senjata,” ujar Yitzhak Wasserlauf, Menteri Pembangunan Perbatasan, Negev, dan Galilea dari partai ekstrem kanan Otzma Yehudit, dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, diplomasi regional kian buntu lantaran Tel Aviv menepis opsi gencatan senjata. Mereka menuduh lawan sengaja mengulur waktu demi memperkuat barisan.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh Hezbollah berusaha menyeret Israel ke dalam “perang atrisi.”

Sektor strategis di ibu kota Lebanon kini menjadi target utama dalam daftar bombardir militer setelah itu. Pejabat Israel mengklaim serangan ke pusat kota akan menyerahkan dampak psikologis yang besar.

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar menyerukan peningkatan serangan udara di pinggiran selatan Beirut.

Otoritas Tel Aviv meyakini kekuatan militer mereka mampu meredam intervensi kekuatan asing lainnya. Mereka menantang balik setiap gertakan bersenjata yang datang dari sekutu Hezbollah.

“Saya yakin masyarakat sekitar Iran memahami bahwa memasuki konfrontasi langsung bersama Israel merupakan tindakan yang tidak bijaksana,” kata Zohar kepada radio lokal Israel 103 FM.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *