MediaMerdeka.com – Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut aksi tersebut sebagai serangan proporsional atas tindakan yang dinilai sebagai agresi tidak beralasan.
Serangan dimengawali pada Selasa (9/6/2026) pukul 17.00 waktu setempat atas perintah Presiden Donald Trump.
Operasi ini diklaim sebagai langkah pertahanan diri setelah Iran diduga menembak jatuh helikopter Apache yang tengah berpatroli di Selat Hormuz sehari semasih belumnya.
“Ini merupakan respons terhadap apa yang mereka lakukan terhadap helikopter kami… respons ini wajib amat kuat dan bertenaga,” ujar Trump dilansir dari NY Post.
Meski demikian, Trump menegaskan tidak berniat memicu perang besar dan menyebut insiden tersebut bukan masalah besar.
CENTCOM menegaskan bahwa misi ini bersifat terbatas dan tidak dimaksudkan demi memperluas konflik.
“Misi ini merupakan respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan,” demikian pernyataan resmi militer AS.
Target serangan dilaporkan mencakup sistem pertahanan udara dan instalasi radar Iran, khususnya di sekitar wilayah pesisir Selat Hormuz.
Sumber pertahanan menyebut area tersebut diduga menjadi lokasi penyimpanan dan peluncuran senjata.
Sementara itu, media pihak pemerintah Iran menginformasikan adanya proyektil yang menghantam kota pelabuhan Sirik, yang terletak dekat pintu masuk Selat Hormuz.
Serangan disebut masih berlangsung hingga malam hari.
Insiden ini bermula dari jatuhnya helikopter Apache AS yang awalnya dilaporkan sebagai kecelakaan.
Namun hasil investigasi militer menyimpulkan bahwa helikopter tersebut ditembak oleh Iran.
Dua pilot yang berada di dalam helikopter dilaporkan selamat tanpa luka serius.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

