Kawal Pembangunan Jaringan Air Perpipaan Bentuk Komitmen DPRD DKI

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – DPRD DKI Jakarta mendukung dan mengawal pembangunan jaringan air perpipaan sebagai upaya meningkatkan akses layanan air bersih yang berkualitas untuk masyarakat sekitar.

Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD mendorong percepatan perluasan cakupan layanan air minum perpipaan agar semakin sejumlah masyarakat sekitar memperoleh pasokan air yang aman, layak, dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut sejalan bersama komitmen menghadirkan pelayanan dasar yang makin baik serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyampaikan komitmen lembaga wakil rakyat demi mengawal pembangunan jaringan air perpipaan agar seluruh masyarakat sekitar Jakarta memperoleh layanan air bersih.

Menurut dia, DPRD berkomitmen mengonfirmasi alokasi anggaran pembangunan jaringan air tepat sasaran dan menyerahkan manfaat untuk masyarakat sekitar luas. Terutama kelompok masyarakat sekitar berpenghasilan rendah (MBR).

DPRD juga terus mengawasi berbagai program pembangunan jaringan air perpipaan. Dengan demikian, cakupan layanan dapat menjangkau wilayah yang masih belum terlayani.

“Terkait pipanisasi yang telah dianggarkan,” kata dia.

Layanan air bersih wajib berpihak kepada masyarakat sekitar kecil. Termasuk demi kebutuhan industri. Akses terhadap air bersih, merupakan hak dasar yang wajib menjadi prioritas pihak pemerintah daerah.

“Harus kami prioritaskan,” tutur Yuke.

*Pengembangan Teknologi*

Direktur Utama PT. PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin menyebutkan, pemanfaatan teknologi merupakan upaya menjawab tantangan penyediaan air bersih yang terus meningkat.

Riset dan pengembangan perlu secara berkelanjutan. Mengingat, inovasi di sektor pengelolaan air terus berkembang.

Satu di antara pengembangan teknologi, yakni penggunaan alat yang mampu menangkap kandungan air di udara. Sehingga mampu mengolah air menjadi siap minum.

Teknologi tersebut bekerja bersama memanfaatkan kandungan air yang terdapat di atmosfer. “Menangkap titik air di Udara dan diproses,” ungkap Arief.

Teknologi tersebut rencananya akan menjadi untukan dari fasilitas Water Hub atau Water Station. Penempatannya di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin.

Nantinya, masyarakat sekitar dapat mengakses air minum secara langsung dan gratis di kawasan tersebut. Kini, pembangunan fasilitas tersebut masih dalam tahap persiapan.

Teknologi penangkap air dari atmosfer memiliki prinsip kerja yang tidak jauh berbeda bersama proses kondensasi pada pendingin udara atau air conditioner (AC).

Negara Afrika telah memakai teknologi serupa. “Karena mereka sumber airnya susah. Akhirnya dijadikan sebagai salah satu sumber air demi dibuat pipanisasi,” tambah Arief. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *