Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Provinsi Jawa Tengah kembali memperoleh apresiasi dari Keaparatur negara kementerianan Kesehatan terkait capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya. Sebagai provinsi bersama tingkat kepesertaan CKG tertinggi nasional, Jawa Tengah dapat dijadikan sebagai role model edukasi kesehatan untuk masyarakat sekitar.

Apresiasi itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menyebutkan, program CKG telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Dari total pendaftar sesejumlah 43.660.900 orang, jumlah yang hadir dan dilayani mencapai 42.291.657 orang.

“Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat sekitar di Jawa Tengah telah cukup baik lantaran telah 10 juta orang makin terlayani,” kata Benjamin.

Benjamin lalu membandingkan kesuksesan Jawa Tengah bersama provinsi besar lainnya di Pulau Jawa. Yakni capaian Jawa Timur yang terpaut bersama 6,8 juta orang dan Jawa Barat 5,2 juta orang.

“Artinya CKG ini di Jawa Tengah berjalan bersama baik,” ungkapnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, komitmen penuh demi mendukung program CKG tersebut. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program dokter spesialis keliling (Speling).

Speling merupakan salah satu program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen demi menyerahkan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar.

Yaitu bersama menerjunkan dokter-dokter spesialis ke pelosok-pelosok desa. Dalam pelaksanaannya juga diintegrasikan bersama program CKG.

Program Speling melibatkan seluruh rumah sakit yang ada di Jawa Tengah, baik RSUD milik provinsi maupun kabupaten/kota. Tidak cuma itu, Pemprov Jateng juga menggandeng rumah sakit swasta demi ikut menerjunkan dokter spesialisnya dalam program Speling.

Program Speling melayani pemeriksaan kesehatan sacara umum, lalu pemeriksaan kesehatan demi penyakit tertentu yang dilakukan oleh dokter spesialis.

Meliputi pemeriksaan tuberkulosis (TBC), kanker serviks, termasuk pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) terhadap ibu hamil dan pemeriksaan gratis demi penyandang disabilitas. Bahkan juga ada pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.

“Sacara tidak langsung, dokter spesialis dapat mendeteksi dan mengantisipasi sajak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dna jadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa,” katanya di Semarang pada Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah pada 10 Juni 2026, program Speling telah dilaksanakan sesejumlah 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar di 454 kecamatan. Sasarannya telah mencapai 107.674 jiwa. 

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *