Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Yogyakarta bersama mengangkut sejumlah tuntutan terhadap pihak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mereka menilai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar semakin memburuk di berbagai sektor.

Ratusan massa telah memadati kawasan Simpang Tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026) sejak siang.

Meskipun hujan sempat mengguyur sejumlah saat, massa tetap bertahan hingga sore dan melanjutkan orasi dari sejumlah perwakilan massa yang datang.

Suasana di lapangan diwarnai bersama pengibaran bendera aliansi, spanduk dan poster satire bermotif kritik sosial, serta orasi-orasi politik yang disampaikan secara bergantian dari atas mobil komando.

Humas Aliansi Rakyat Memanggil, Marsinah, menyebut demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan nasional yang dianggap tidak berhasil memperbaiki kondisi rakyat.

Massa bahkan secara terbuka menyerukan pergantian pihak pemerintahan.

“Hari ini kita turun aksi demi menuntut hal yang diinginkan oleh seluruh rakyat Indonesia yakni turunkan Prabowo-Gibran lantaran dilihat tidak punya kemampuan demi mempertahankan apalagi memperbaiki ya situasi kehidupan rakyat Indonesia,” kata Marsinah ditemui di sela-sela aksi.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah program pihak pemerintah bagaikan Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Danantara.

Mereka menilai program-program tersebut berpotensi membuka ruang penyimpangan dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat sekitar di tengah tekanan ekonomi.

“Solusinya yang teramat dekat merupakan demi menghentikan MBG, lalu menghentikan Koperasi Desa Merah Putih, masih belum lagi bila kita sebut Danantara gitu. Persoalannya merupakan itu menjadi sarang korupsi,” ujarnya.

Marsinah menilai kondisi ekonomi masyarakat sekitar pada saat ini semakin berat ditandai bersama menurunnya daya beli, sepinya pasar tradisional, serta meningkatnya pemutusan hubungan kerja. Belum lagi kondisi pekerja informal bagaikan pengemudi ojek online yang dinilai semakin terjepit oleh sistem kerja dan korporasi aplikasi.

“Kita lihat pada hari ini pasar tradisional itu sepi, enggak ada pembelinya. Hari ini daya beli anjlok, kelas menengah tidak ada lagi. Banyak sekali orang-orang yang di-PHK,” ucapnya.

Ia turut mengkritik pelaksanaan program MBG yang disebut justru membebani guru honorer di sekolah. Menurutnya, penghentian sementara sejumlah SPPG menjadi bukti adanya tekanan publik terhadap kebijakan tersebut.

“Mita lihat pada saat ini SPPG memang telah disuspen. Tapi itu kami lihat sebagai salah satu wujud desakan rakyat pada saat ini. Sehingga bila dapat kita desak terus sampai itu berhenti, dananya dikembalikan demi pendidikan, demi kesehatan, demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Marsinah menegaskan aksi demonstrasi akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Aliansi tersebut menyebut aksi diikuti berbagai elemen masyarakat sekitar mengawali dari kalangan akademisi, guru, akademisi, peneliti, hingga ibu-ibu yang anaknya menjadi penerima program MBG.

“Kelanjutannya merupakan aksi terus. Kita aksi terus sampai Prabowo-Gibran ini turun,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *