Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Pengemudi ojek online (ojol) roda dua mengaku kenaikan harga BBM Non-Subsidi Pertamax masih belum berdampak langsung untuk biaya operasional sehari-hari. Pengemudi ojol roda dua mengaku telah memakai BBM Subsidi Pertalite sejak awal mendaftar sebagai ojol.

Mahdi, salah satu pengemudi ojol roda dua asal Depok senantiasa memakai Pertalite demi mengisi bahan bakar motor beat miliknya. Mahdi mengaku cuma memakai Pertamax sesekali demi menghemat waktu ketika antrean Pertalite di SPBU dinilai amat panjang. Semenjak harga Pertamax naik, Mahdi menyebut kini dirinya senantiasa mengandalkan Pertalite.

“Saya dari awal pakai pertalite tapi bila antri panjang kita tentu ke pertamax. Berhubung BBM pertamax naik, saya jadi pakai pertalite terus kini,” kata Mahdi kepada jurnalis Suara pada Minggu (14/6).

Mahdi menerangkan dirinya bersyukur masih dapat memakai Pertalite sebagai bahan bakar utama berakibat tidak terpengaruh bersama kenaikan harga BBM Pertamax. Meskipun kenaikan Pertamax masih belum berdampak terhadap operasionalnya sehari-hari sebagai ojol, Mahdi menyebut kenaikan harga Pertamax mempengaruhi naiknya harga sejumlah bahan pokok, yang pada akhirnya mempengaruhi pengeluaran rumah tangga.

“Pengeluaran sehari-hari saya jadi semakin terasa lantaran harga berbagai kebutuhan pokok naik, kayak cabai, bawang, dan minyak ikut naik,” kata Mahdi.

Untuk terus dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kenaikan harga bahan-bahan pokok, Mahdi pada saat ini fokus menjaga jumlah pesanan agar tetap stabil. Ia menginginkan bersama semakin sejumlah order yang masuk, pendapatan yang ia terima juga semakin terjaga demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sangat penting demi mempertahankan jumlah order apalagi di situasi dan kondisi pada saat ini. Alhamdulillah pada saat ini jumlah order masuk masih relatif stabi,” kata Mahdi.

Di tengah tantangan yang ada, Mahdi bersyukur masih dapat mempunyai mata pencaharian sebagai ojol dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia menginginkan aplikator dapat menyerahkan penghargaan demi ojol yang rajin mencari dan menyelesaikan order bagaikan dirinya.

“Kita cukup alhamdulilah kita masih dapat cari rezeki jadi ojol. Harapannya teramat sejumlahin lagi hadiahnya buat mitra yang berprestasi. Kalau buat pihak pemerintah tolong makin melek lagi kepada rakyat,” ujar Mahdi.

Diketahui PT Pertamina Patra Niaga pada Rabu, 10 Juni 2026, memutuskan demi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter. Lonjakan harga bahan bakar beroktan 92 tersebut, dari yang semasih belumnya ditahan pada level Rp12.300 per liter, mencatatkan kenaikan sebesar Rp3.950 atau setara 32,11 persen. Pada hari yang sama, varian Pertamax Green 95 turut melesat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Langkah ini seketika memicu beragam tanggapan di masyarakat sekitar. ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *