Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengonfirmasi pihak pemerintah tak jadi menaikkan Harga Eceran Tertinggi atau HET Minyakita yang pada saat ini masih dipatok sebesar Rp15.700 per liter.

Menurut Budi, hingga pada saat ini pihak pemerintah tetap mempertahankan HET Minyakita dan masih belum mengambil keputusan demi menjalankan penyesuaian harga.

“Sampai pada saat ini tidak ada kenaikan harga eceran tertinggi demi minyak goreng. Jadi HET minyak goreng masih Rp15.700,”kata Budi kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Alih-alih menaikkan harga, Keaparatur negara kementerianan Perdagangan justru berupaya memperluas distribusi Minyakita agar semakin mudah diperoleh masyarakat sekitar, khususnya di pasar-pasar rakyat.

Budi menyebutkan pihak pemerintah telah berkoordinasi bersama BUMN pangan bagaikan Perum Bulog dan ID Food demi memperkuat pasokan Minyakita ke berbagai daerah.

“Justru kita ingin mempersejumlah distribusi Minyakita itu ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN pangan, ada Bulog, ada ID Food,” katanya.

Selain itu, pihak pemerintah juga akan mengalihkan penggunaan minyak goreng demi program bantuan pangan. Jika semasih belumnya seuntukan pasokan Minyakita digunakan demi bantuan sosial, ke depan bantuan pangan akan memakai merek minyak goreng lain.

“Kalau pada hari semasih belumnya seuntukan dipakai demi bantuan pangan, maka bantuan pangan demi minyak tidak pakai Minyakita, tapi pakai minyak merek lain,” ujar Budi.

Langkah tersebut diharapkan dapat menambah ketersediaan Minyakita di pasar rakyat berakibat masyarakat sekitar makin mudah memperoleh minyak goreng sesuai HET.

Di sisi lain, pihak pemerintah juga mengimbau produsen meningkatkan produksi minyak goreng kemasan kategori second brand atau merek pendamping Minyakita.

Menurut Budi, produk tersebut pada saat ini telah mengawali sejumlah beredar di pasar rakyat dan menjadi alternatif untuk masyarakat sekitar.

“Kita juga minta kepada produsen demi memproduksi yang makin sejumlah minyak second brand. Yaitu minyak pendampingnya Minyakita,” kata dia.

Budi mengklaim ketersediaan minyak goreng murah di pasar pada saat ini semakin membaik lantaran masyarakat sekitar tidak cuma bergantung pada Minyakita.

“Jadi tidak cuma Minyakita, namun minyak goreng second brand juga telah sejumlah. Jadi telah mudah demi didapatkan,” ujarnya.

Saat ditanya apakah rencana kenaikan HET Minyakita batal dilakukan, Budi enggan menyebutnya sebagai pembatalan. Namun ia menegaskan hingga kini pihak pemerintah masih mempertahankan harga yang berlaku.

“Jadi sampai pada saat ini tidak ada kenaikan. Sampai pada saat ini masih belum, atau tidak naik,” kata Budi.

Bahkan ketika kembali ditanya apakah kenaikan cuma ditunda, Budi memberi sinyal pihak pemerintah cenderung mempertahankan harga Minyakita pada saat ini.

“Kita lihat dulu ya, tapi kan kita kebarangkalian sampai pada saat ini berpikir bahwa ini tidak naik,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *