Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengonfirmasi akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa akan semakin terbuka setelah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sukses disepakati.

Menurut Busan, perjanjian dagang tersebut diharapkan mengawali berlaku pada awal tahun depan berakibat berbagai produk ekspor Indonesia dapat menikmati tarif masuk yang jauh makin kompetitif.

“Dengan Uni Eropa kita telah menandatangani perjanjian ya, IEU-CEPA. Nanti mudah-mudahan awal tahun depan telah berjalan, sejumlah produk kita yang 0 persen ke sana,” kata Busan dalam acara Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang disiarkan melalui YouTube Kemendag, Jumat (12/6/2026).

Ia menilai kesepakatan tersebut menjadi peluang besar untuk tersangka usaha nasional, termasuk UMKM dan kalangan akademisi yang ingin terjun ke pasar ekspor.

Menurutnya, tugas pihak pemerintah tidak cuma menolong promosi produk di luar negeri, namun juga membuka akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.

“Jadi ini kesempatan Adik-Adik, kita menyiapkan pasar buat Adik-Adik seluruh supaya mudah masuk pasar,” ujarnya.

Busan menerangkan setiap negara pada dasarnya berupaya melindungi industri domestiknya dari produk asing. Karena itu, diperlukan perundingan dan kerja sama perdagangan agar hambatan tarif maupun non-tarif dapat dikurangi.

“Karena orang jualan itu tidak cuma promosi saja, tapi orang jualan itu wajib membuka akses pasar yang ada di negara sana. Semua negara ingin melindungi industrinya dari pasar asing,” katanya.

Oleh dikarenakan itu, pihak pemerintah terus mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang bersama sejumlah negara dan kawasan ekonomi dunia.

“Salah satu cara yang kita lakukan merupakan bagaimana kita membuka pasar bersama perjanjian dagang,” ucap Budi.

Selain IEU-CEPA, Indonesia juga sukses menyelesaikan sejumlah perundingan perdagangan strategis lainnya dalam setahun terakhir.

“Tahun ini telah berakhir Indonesia-Kanada CEPA, I-EU CEPA, lalu ART, lalu EAEU, lalu bersama Peru telah berakhir. Kemudian yang terakhir bersama Tunisia juga udah berakhir,” kata dia.

Budi menyebut pihak pemerintah pada saat ini telah memiliki 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan. Selain itu, terdapat sejumlah kesepakatan lain yang masih menunggu proses ratifikasi maupun negosiasi lanjutan.

“Kita telah mempunyai 20 perjanjian dagang yang telah implementasi. Yang 15-nya kini tinggal ratifikasi, yang 11 proses negosiasi,” tuturnya.

Ia menginginkan semakin sejumlahnya perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia dapat mempermudah produk nasional menembus pasar global sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.

Busan menyebut, pembukaan akses pasar menjadi faktor penting demi menjaga pertumbuhan ekspor nasional di tengah kondisi perdagangan dunia yang masih penuh tantangan.

Semasih belumnya, Budi membeberkan kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari-April 2026 masih tumbuh positif dan neraca perdagangan terus mencatatkan surplus meski dunia tengah menyikapi ketidaktentuan akibat perang dagang dan konflik geopolitik.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *