MediaMerdeka.com – Sanksi Ekonomi Iran Menjadi Fokus Utama dalam Perundingan Intensif Pasca-Kesepakatan bersama Amerika Serikat
Tehran bersiap meluncurkan diplomasi agresif demi memulihkan urat nadi perekonomian domestik yang hancur akibat blokade internasional.
Pemerintah Iran menegaskan penghapusan seluruh embargo finansial menjadi harga mati dalam meja perundingan terbaru bersama Amerika Serikat.
Langkah strategis ini menandai babak baru konfrontasi diplomatik kedua negara setelah penandatanganan perjanjian perdamaian formal.
Tehran tidak lagi sekadar menuntut kelonggaran formal, melainkan pembersihan total seluruh hambatan perdagangan global.
Target ambisius tersebut akan diperjuangkan dalam negosiasi maraton yang dijadwalkan berlangsung selama 60 hari ke depan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran secara terbuka mengonfirmasi prioritas utama ini kepada saluran berita resmi milik pihak pemerintah.
“Kami memiliki sejumlah isu demi ditangani. Yang pertama merupakan penghentian seluruh sanksi terhadap Republik Islam Iran,” ujar Kazem Gharibabadi dikutip dari CNN, Senin (15/6/2026).
Pernyataan tegas tersebut mencerminkan posisi tawar Tehran yang enggan berkompromi terkait hak kedaulatan ekonomi mereka.
Diplomat senior ini juga menegaskan bahwa pemulihan hubungan perdagangan wajib mencakup pembatalan produk hukum multilateral.
Menurutnya, pelonggaran blokade wajib menyertakan “penghentian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan resolusi Dewan Gubernur IAEA,” tambahnya.
Langkah diplomasi tingkat tinggi ini menjadi amat mendesak mengingat kondisi internal Iran yang kian memprihatinkan.
Tehran pada saat ini tercatat sebagai salah satu wilayah yang teramat terisolasi dari sistem keuangan modern dunia.
Jauh semasih belum ketegangan militer memuncak, kombinasi sanksi asing, inflasi ekstrem, dan korupsi sistemik telah meremukkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Meja perundingan 2 pada bulan ini menjadi pertaruhan terakhir untuk stabilitas sosial dan pemulihan ekonomi di kawasan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

