CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG ‘Berkah’ bagi Investor

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Koreksi signifikan yang melanda pasar modal Indonesia dalam sejumlah bulan terakhir dinilai mengangkut berkah tersendiri untuk peta investasi nasional. Penurunan harga instrumen ekuitas tersebut justru mentransformasikan nilai valuasi sejumlah korporasi terbuka (emiten) menjadi jauh makin kompetitif dan ekonomis. 

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa para tersangka investasi global memiliki indikator penilaian yang komprehensif.

Mereka tidak sekadar terpaku pada fluktuasi pergerakan indeks dalam jangka pendek, melainkan menaruh perhatian besar pada ketahanan fundamental ekonomi makro serta prospek pertumbuhan ekspansi Indonesia dalam jangka panjang.

“Karena koreksi yang pada hari semasih belumnya selama hampir berapa pada bulan ini hampir 30 atau 40 persen pasar modal kita, ini menyebabkan pricing dari korporasi-korporasi kita menjadi amat-amat affordable, amat-amat baik, amat-amat murah malah,” kata Rosan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kekepala negaraan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Rosan, penurunan indeks yang sempat terjadi sejumlah waktu lalu justru menjadi magnet tersendiri untuk institusi finansial mancanegara yang selama ini konsisten mengamati pergerakan pasar keuangan domestik. Se

masih belum mengeksekusi penempatan modal, investor asing umumnya akan menjalankan kalkulasi mendalam yang mengombinasikan faktor kesehatan fundamental korporasi, kapasitas pertumbuhan bisnis, rasio pemuntukan keuntungan (dividen), hingga posisi harga saham aktual.

“Pada saat mereka menyaksikan oh fundamental kita bagus, perbankan kita pertumbuhannya bagus, dividennya bagus, yield-nya bagus, harganya di bawah, price to book-nya di bawah jauh dari harga pasar, ya otomatis mereka juga lihat oh ini it’s time to buy,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri BUMN ini menerangkan bahwa para pengelola dana global memiliki karakteristik dan metodologi investasi yang amat berbeda bersama pola transaksi seuntukan besar investor ritel lokal.

Investor institusi luar negeri cenderung menerapkan strategi investasi bersama horison waktu jangka panjang, berakibat tidak mudah goyah oleh sentimen harian.

“Kalau investor luar, mereka view-nya langsung long term. Jadi mereka tidak menyaksikan posisi mereka pada hari ini masuk oh seminggu lagi itu bila turun ya kita keluar, enggak bagaikan itu,” katanya.

Arah pemulihan dan penguatan bursa saham domestik serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam sejumlah hari terakhir dinilai menjadi indikator nyata atas kembalinya kepercayaan para tersangka pasar global terhadap iklim investasi di Indonesia.

Momentum kebangkitan pasar modal ini juga ditopang oleh langkah strategis Danantara yang baru saja menuntaskan rangkaian safari bisnis (roadshow) internasional ke berbagai pusat keuangan dunia.

Dalam agenda diplomasi ekonomi tersebut, delegasi Danantara menjalankan pertemuan intensif bersama sekitar 122 pengelola aset dan investor institusi global guna memaparkan peta jalan kebijakan serta strategi alokasi investasi yang tengah dijalankan oleh pihak pemerintah maupun Danantara.

Pemaparan komprehensif tersebut memperoleh respons yang amat positif dari komunitas finansial internasional, sekaligus efektif dalam merekonstruksi serta memperbaiki persepsi pasar terhadap stabilitas nasional.

“Nah pada saat mereka menyaksikan bahwa oh ternyata apa yang dilakukan dalam hal ini Danantara dan juga kebijakan-kebijakannya ini membalikkan momentum yang tadinya persepsi yang ada itu, persepsi yang mohon maaf barangkali tadinya mereka agak ragu-ragu mengenai ekonomi Indonesia, mengenai kebijakan kita,” ujar Rosan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *