Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan di pasar internasional bersama posisi stagnan pada level Rp17.712 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian (wait and see) para tersangka pasar global yang sedang mengantisipasi keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral utama dunia pada pekan ini.

Konsolidasi mata uang Garuda ini terjadi bersamaan bersama kenaikan tipis harga minyak mentah dunia sebesar 0,5 persen ke posisi US$83,59 per barel pada sesi perdagangan Selasa (16/6) pukul 07:45 WIB.

Pergerakan harga komoditas energi tersebut mengawali stabil setelah sempat merasakan tekanan akibat meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan rantai pasok dari kawasan Timur Tengah.

Meskipun stabilisasi harga minyak dan melandainya tekanan indeks dolar AS dipandang sebagai perkembangan yang positif, faktor eksternal tersebut dinilai masih belum cukup kuat demi mengubah sentimen pasar secara drastis.

Dari sisi domestik, iklim investasi mendapat dorongan sentimen positif setelah tersangka pasar menyambut baik langkah pihak pemerintah yang berencana menjalankan penyesuaian alokasi anggaran pada sejumlah program prioritas nasional, termasuk proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Komunikasi publik yang dibangun otoritas eksekutif mengenai fleksibilitas anggaran ini diartikan oleh investor sebagai komitmen kuat dalam menjaga disiplin fiskal negara.

Selain itu, keputusan pihak pemerintah demi menjalankan transmisi penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mengikuti kenaikan harga minyak dunia yang melampaui asumsi dasar APBN 2026 juga direspons positif.

Langkah penyesuaian harga ini dinilai sukses meredam kekhawatiran tersangka pasar yang semasih belumnya cemas terhadap potensi pembengkakan beban subsidi yang dapat menggerus ruang fiskal anggaran negara.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai bahwa rangkaian kebijakan taktis pihak pemerintah ini memiliki potensi demi mendorong penguatan rupiah makin lanjut menuju kisaran Rp17.500 per dolar AS pada pekan depan.

“Pasar mengawali menyaksikan bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor,” urai Fakhrul.

Indikator pulihnya kepercayaan investor ini diperkirakan baru akan tercermin secara riil pada sesi perdagangan domestik esok hari, Rabu (17/6).

Sebab, pada pada hari ini pasar keuangan dalam negeri ditutup operasionalnya demi memperingati hari libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kendati demikian, proyeksi penguatan menuju level Rp17.500 tersebut tetap wajib dilihat dalam konteks makro yang makin luas, mengingat dinamika eksternal bagaikan kebijakan moneter global masih memegang peranan penting.

Semasih belum memasuki masa libur perdagangan domestik, mata uang rupiah tercatat memperlihatkan performa yang amat impresif hingga penutupan sesi perdagangan Senin (15/6). Rupiah bahkan sukses memimpin penguatan dan menjadi mata uang bersama performa teramat tangguh di antara jajaran mata uang negara Asia lainnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *