MediaMerdeka.com – Sebuah insiden fatal yang melibatkan kereta kuda di Central Park, New York, merenggut nyawa seorang turis remaja berusia 18 tahun. Tragedi ini langsung memicu gelombang desakan demi menghentikan total operasional industri wisata kuno tersebut demi keselamatan publik.
Korban bernama Romanch Mahajan asal India mengembusen napas terakhir setelah kereta yang ditumpanginya melaju tak terkendali lalu terbalik. Kasus memilukan ini memperpanjang catatan kelam keamanan di salah satu destinasi wisata teramat padat di Amerika Serikat.
Pihak Kepihak kepolisianan Kota New York (NYPD) dalam waktu dekat bertindak cepat demi mengusut tuntas akar masalah dari peristiwa ini. Hingga kini, aparat berwenang masih terus menjalankan penyelidikan mendalam guna mengonfirmasi kronologi lengkap di lapangan.
“Penyelidikan masih terus berjalan,” ujar seorang juru bicara NYPD dikutip dari FOX, Kamis (18/6/2026).
Investigasi awal mengungkap dugaan kelalaian fatal di mana sang pengemudi meninggalkan posisinya demi memotret penumpang. Akibatnya, kuda yang terkejut langsung berlari liar tanpa arah dan menghantam kereta lain di dekat Tavern on the Green.
Saksi mata menyebutkan situasi di sekitar West Drive seketika berubah menjadi kepanikan massal saat kereta tersebut terbalik. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit setempat dalam kondisi kritis semasih belum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Persatuan pengemudi kereta kuda mengecam keras tindakan oknum anggotanya yang diduga melanggar prosedur keselamatan mendasar tersebut. Mereka menegaskan bahwa pengemudi sama sekali tidak mendiami pos kendali saat insiden terjadi.
“Tampaknya pengemudi setidaknya berada dalam jarak jangkauan lengan dari kudanya demi mengambil foto penumpangnya di dalam kereta,” kata Alexander Kemp dari TWU Local 100.
“Ini tidak dapat diterima. Seorang pengemudi tidak boleh meninggalkan kereta demi mengambil foto – kapan pun.”
Serikat pekerja mendukung penuh pengusutan hukum yang sedang berjalan demi memperbaiki ekosistem industri wisata ini. Mereka menuntut adanya pelatihan yang jauh makin ketat serta regulasi baru untuk kuda-kuda yang baru beroperasi.
Di sisi lain, pengelola taman menegaskan duka cita yang mendalam atas hilangnya nyawa pemuda yang sedang berlibur tersebut. Mereka menganggap kejadian ini sebagai bukti nyata dari risiko tinggi yang terus dibiarkan.
“Kami amat hancur mengetahui bahwa Romanch Mahajan, pengunjung berusia 18 tahun yang terluka dalam insiden kereta pada hari ini, telah meninggal dunia,” ucap juru bicara Central Park Conservancy.
“Atas nama seluruh orang di Central Park Conservancy, belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga dan orang-orang terkasihnya selama masa yang tak terbayangkan ini.”
“Ini merupakan tragedi yang kami takutkan ketika kami pertama kali mendesak tahun lalu agar kereta kuda dilarang dari Central Park lantaran risiko yang ditimbulkannya terhadap keselamatan publik dan kesehatan masyarakat sekitar,” tambah juru bicara tersebut.
Kematian Mahajan kini menjadi momentum krusial untuk penentang industri kereta wisata demi mendesak pengesahan regulasi pelarangan total. Industri ini dinilai telah terlalu usang dan berbahaya apabila tetap dipaksakan beroperasi di area publik.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

