Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap meyakini kondisi ekonomi Indonesia masih kuat meskipun muncul protes sejumlah waktu belakangan.

Menkeu Purbaya mengaku sempat khawatir lantaran sejumlahnya protes soal ekonomi di media sosial. Namun setelah menyaksikan data, ia yakin kondisinya tak seburuk yang dituduhkan.

“Saya juga tadi deg-degan apakah betul keluhan yang disuarakan di sejumlah medsos itu berdasar. Kita lihat, ketika lihat angkanya tumbuh, saya agak lega, berarti tidak seburuk yang diperkirakan. Artinya masih ada daya beli yang menguat, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI yang disiarkan virtual, Senin (22/6/2026).

Purbaya lalu memaparkan data soal kondisi perekonomian RI, bagaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen di triwulan pertama 2026 dan inflasi 3,08 persen per Mei 2026.

Neraca Perdagangan RI juga surplus 72 bulan beruntun bersama angka 5,64 miliar Dolar AS hingga April 2026. Begitu pula cadangan devisa sesejumlah 144,9 miliar Dolar AS per Mei 2026, yang diklaim aman demi 5,6 bulan impor.

Purbaya juga memaparkan pertumbuhan kredit hampir 12 persen per Mei 2026. Ia menilai itu menandakan aktivitas ekonomi masih berjalan.

“Jadi angka itu bukan angka yang dibuat oleh pihak pemerintah, itu kan data dari perbankan. Jadi pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang masih kuat. Ini memperlihatkan memang ada betul-betul perbaikan di perekonomian,” paparnya.

Purbaya lalu membeberkan kinerja Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur yang tumbuh 50,0 persen tahunan (year on year/yoy) per Mei 2026.

Paparan lain, data konsumsi masyarakat sekitar dari Mandiri Spending Index (MSI) ada di level 123,2 per Mei 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga diklaimnya masih tinggi meskipun ada penurunan ke level 120,9 per Mei 2026.

Kemudian sektor otomotif bersama penjualan mobil naik 55 persen dan motor 28,1 persen per April 2026, di mana angkanya sempat minus 13,8 persen dan 17,1 persen pada Maret 2026.

Penjualan listrik juga tumbuh 19 persen bersama rincian konsumsi listrik rumah tangga 23 persen, bisnis 11,9 persen, dan industri 17,1 persen. 

Data terakhir yakni konsumsi semen domestik yang tumbuh 35,6 persen yoy per April 2026. Purbaya mengklaim bila kenaikan ini berhubungan bersama tumbuhnya aktivitas investasi.

“Artinya memang ada aktivitas real di perekonomian yang barangkali luput dari pengawasan atau pengamatan atau kalangan yang memang ingin bilang jelek saja,” tegas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *