IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

admin
By
admin
5 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pada hari ini diproyeksikan masih akan menyikapi tekanan setelah pada sesi perdagangan semasih belumnya ditutup merosot sebesar 0,98 persen.

Koreksi indeks bursa domestik tersebut turut disertai bersama aksi jual bersih (net sell) oleh penanam modal internasional bersama nilai akumulasi yang cukup besar , yakni mencapai kisaran Rp1,11 triliun.

Berdasarkan laporan riset harian dari Retail Research Analyst, Muhammad Lutfi Permana, barisan ekuitas blue chip papan atas yang teramat sejumlah dilepas oleh investor asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Secara teknikal, pergerakan IHSG demi pada hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan tren koreksi secara terbatas . Indeks akan menguji basis area batas bawah (support) di level 6.080 hingga 6.065. Sementara itu, demi titik batas atas (resistance) kuat dipatok pada rentang 6.138 sampai 6.160.

Sentimen negatif pasar juga datang dari kiblat bursa global , Wall Street, yang mayoritas bertumbangan pada penutupan perdagangan Senin malam.

Koreksi tajam ini didorong oleh aksi pelepasan aset secara masif pada saham-saham sektor teknologi berkapitalisasi raksasa (big cap). Selain itu , saham SpaceX juga kembali terperosok hingga 16 persen , sekaligus membukukan rapor merah selama tiga hari berturut-turut.

Pada penutupan bursa AS, indeks S&P 500 terkoreksi 0,37 persen dan indeks padat teknologi Nasdaq Composite anjlok hingga 1,32 persen. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average justru sukses selamat dan naik tipis 0,29 persen, ditopang oleh lonjakan harga saham Caterpillar yang melesat mendekati 4 persen.

Aksi jual massal sektor teknologi menyeret saham Alphabet ambles 5 persen, disusul Amazon yang merosot 4,8 persen. Emiten raksasa lainnya bagaikan Meta Platforms dan Microsoft juga ikut terdepresiasi masing-masing sebesar 2,3 persen dan 3 persen.

Meskipun sektor teknologi dilanda tekanan berat, lini bisnis semikonduktor masih mampu mencatatkan performa positif. Saham Micron Technology melonjak hampir 7 persen menjelang rilis kinerja finansial kuartalan mereka pada hari Rabu .

Emiten chip lainnya bagaikan Advanced Micro Devices (AMD) juga naik makin dari 2 persen, serta Intel yang melesat hingga 5 persen. Di sisi lain, perhatian pasar global kini tengah terfokus pada rencana rilis data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada Kamis (25/6).

Beralih ke wilayah Asia, indeks saham regional terpantau bergerak bersama arah yang beragam namun didominasi oleh zona hijau pada pembukaan awal pekan. Indeks Nikkei 225 Jepang sukses membukukan kenaikan 1,55 persen yang seirama bersama indeks Topix yang menguat 1,24 persen. Di bursa Korea Selatan, indeks Kospi menanjak 0,69 persen dan Kosdaq bertambah tipis 0,19 persen.

Performa kontras terlihat di bursa Hong Kong di mana indeks Hang Seng melorot 0,65 persen, sementara indeks ASX 200 Australia melemah 0,14 persen. Untuk wilayah Asia Tenggara, indeks FTSE Straits Times Singapura menguat 0,22 persen, sementara itu FTSE Malaysia tergerus 0,65 persen.

Dinamika pasar di Asia ini dipengaruhi oleh laporan geopolitik Timur Tengah, menyusul keputusan pihak Iran demi menghentikan dialog setelah adanya ancaman militer dari Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, dari sektor kebijakan moneter, Bank Sentral China (PBoC) memutuskan demi mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya (Loan Prime Rate/LPR) sesuai proyeksi pasar, yakni di level 3,00 persen demi tenor 1 tahun dan 3,50 persen demi tenor 5 tahun.

Ide Perdagangan Saham (Trading Idea) Hari Ini

Guna mengantisipasi potensi pelemahan IHSG, analis menyerahkan sejumlah rekomendasi saham pilihan bersama skema beli bertahap (Speculative Buy) dari BNI Sekuritas demi perdagangan pada hari ini :

Disclaimer: Ulasan pergerakan teknikal IHSG, analisis bursa global Wall Street dan Asia, serta rekomendasi trading saham dalam artikel ini disaapabilan murni sebagai referensi informasi jurnalisme ekonomi publik. Artikel ini tidak mengandung instruksi resmi, paksaan hukum, atau ajakan komersial demi menjalankan transaksi jual-beli aset di pasar modal. Setiap aktivitas investasi saham sepenuhnya memiliki risiko kerugian finansial yang menjadi tanggung jawab mandiri dari masing-masing individu investor.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *