MediaMerdeka.com – Pasar modal Indonesia kembali bersiap kedatangan calon emiten baru di sektor infrastruktur pendukung telekomunikasi dan ketenagalistrikan.
Jaringan bisnis Grup Djarum, PT Bach Multi Global Tbk, secara resmi menggelar aksi korporasi berupa Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) bersama memakai kode saham BACH.
Dalam rilis prospektus awal Perseroan, korporasi yang telah didirikan sejak tahun 2006 ini menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) dalam rentang nilai Rp400 hingga Rp500 per lembar saham. Ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) dalam aksi korporasi ini merupakan PT Erdikha Elit Sekuritas.
Melalui gelaran IPO ini, BACH siap melepas sesejumlah 615 juta lembar saham baru bersama nilai nominal Rp50 per lembar. Jumlah saham yang disodorkan kepada publik tersebut setara bersama 15,06% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO.
Dari hasil penjualan saham perdana tersebut, BACH diproyeksikan bakal meraup aliran dana segar sekurang-kurangnya Rp246 miliar hingga sesejumlah-sejumlahnya mencapai Rp307,5 miliar.
Berdasarkan rencana strategis korporasi, mayoritas dana hasil IPO atau sekitar Rp231,48 giga/miliar akan langsung dialokasikan demi kebutuhan modal kerja. Dana tersebut difokuskan demi membiayai pembelian sekitar 44 unit genset baru yang nantinya akan dijual atau disewakan kembali kepada jajaran klien korporasi perseroan.
Dua Lini Bisnis Utama dan Rapor Finansial
PT Bach Multi Global Tbk pada saat ini bergerak di bawah payung dua lini bisnis utama yang melayani pemenuhan kebutuhan klien di seluruh wilayah Indonesia:
Kombinasi kedua lini bisnis ini sukses mengangkut hubungan kemitraan bersama deretan klien kakap. Di sektor perbankan dan telekomunikasi, klien BACH mencakup BUMN bagaikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), hingga korporasi swasta bagaikan PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Sementara demi lini menara dan fiber optik, BACH disokong penuh oleh internal emiten Grup Djarum bagaikan Protelindo Group, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), serta bermitra bersama PT Link Net Tbk (LINK).
Kendati demikian, perseroan menegaskan masih memiliki ketergantungan pada pemasok luar negeri demi komponen utama, yakni Himoinsa Asia Pacific Pte. Ltd. dan Guangdong Westinpower Co. Ltd.
Kemitraan strategis ini tecermin dari kinerja keuangan yang melonjak tajam. Hingga akhir Desember 2025, BACH sukses membukukan tren kenaikan pendapatan yang konsisten selama tiga tahun berturut-turut hingga menyentuh angka Rp1,73 triliun.
Lompatan ini didorong oleh lini bisnis penyediaan genset yang melonjak makin dari dua kali lipat menjadi Rp977,96 miliar di tahun 2025.
Dari sisi profitabilitas (bottom line), laba tahun berjalan korporasi ikut terkerek naik hampir dua kali lipat secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp155,5 miliar per Desember 2025. Posisi aset perseroan berada di angka Rp1,23 triliun bersama total kewajiban (liabilitas) sebesar Rp696,68 miliar.
Peta Pemegang Saham dan Hak Opsi Grup Djarum
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

