MediaMerdeka.com – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia terus memangkas jumlah BUMN. Targetnya, dari 652 korporasi akan dihapus berakibat nantinya BUMN cuma akan memiliki sekitar 250 entitas.
Percepatan transformasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama Utusan Khusus Presiden pada Kamis (6/8).
Pertemuan itu membahas perkembangan transformasi BUMN, termasuk percepatan program streamlining yang pada saat ini tengah dijalankan.
Dony menyebutkan proses penyederhanaan korporasi terus berjalan sesuai target. Hingga pada saat ini, sesejumlah 274 entitas telah sukses ditata sebagai untukan dari transformasi pengelolaan BUMN.
“Kami laporkan semasih belumnya bagaimana kami menjalankan streamlining. Nah, resultnya kini telah 274 korporasi yang kita lakukan streamlining. Kurang makin nanti total yang akan kita berakhirkan itu 652 korporasi yang akan hilang. Dan berakibat nanti kita cuma akan punya 250 korporasi,” ujar Dony di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, penyederhanaan struktur korporasi menjadi salah satu langkah penting demi membangun BUMN yang makin ramping, efektif, dan efisien berakibat mampu meningkatkan daya saing.
Dalam pertemuan tersebut juga dipaparkan sejumlah hasil transformasi yang mengawali terlihat di sejumlah korporasi pelat merah.
Salah satunya PT Pupuk Indonesia yang sukses membukukan laba sebesar Rp6,1 triliun selama enam bulan pertama pada tahun ini setelah menjalankan perubahan strategi bisnis.
Tak cuma itu, transformasi juga mengawali meningkatkan kapasitas produksi industri pupuk nasional sekaligus membuka pasar ekspor baru.
“Sekarang kita telah membangun 8, memperbaiki 8 pabrik pupuk kita. Dan kita telah mengawali ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita telah menjadi eksportir pupuk kini,” pungkas Dony.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

