Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke China mengangkut dua oleh-oleh sekaligus. Selain sukses mengamankan komitmen pendanaan jumbo senilai US$17 miliar atau sekitar Rp301,4 triliun, Purbaya juga pulang bersama gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Universitas Nankai, salah satu kampus bergengsi di Negeri Tirai Bambu.

Gelar tersebut diberikan langsung oleh Presiden Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu, usai Purbaya menyampaikan kuliah umum mengenai kondisi ekonomi dan kebijakan fiskal Indonesia dalam lawatan kerjanya pekan lalu.

Dalam surat keputusan yang dibacakan pihak kampus, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinan Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di Asia Tenggara.

“Keputusan ini merupakan pengakuan atas kepemimpinan Anda yang luar biasa, kontribusi yang menonjol dalam bidang keuangan publik internasional, serta komitmen yang teguh terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara,” kata Chen Yulu dalam pernyataan resminya, Rabu (24/6/2026).

Momentum pemberian gelar kehormatan itu terjadi tidak lama setelah pihak pemerintah Indonesia sukses mengamankan komitmen pembiayaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai US$17 miliar demi mendukung berbagai proyek pembangunan nasional sepanjang periode 2025-2029.

Komitmen pendanaan tersebut diperoleh dalam pertemuan bilateral antara Purbaya dan jajaran AIIB di Beijing. Dana itu akan menjadi salah satu sumber pembiayaan berbagai proyek strategis pihak pemerintah di tengah kebutuhan anggaran pembangunan yang terus meningkat.

“Yang teramat penting merupakan kita sukses mengamankan pendanaan sekitar US$17 miliar demi proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025-2029. Itu merupakan kontribusi yang amat besar untuk pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” ujar Purbaya.

Pendanaan tersebut merupakan untukan dari Multi-Year Rolling Pipeline yang semasih belumnya telah dibahas bersama AIIB. Dukungan lembaga multilateral itu diharapkan memperkuat kapasitas pembiayaan pihak pemerintah sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Purbaya menegaskan gelar profesor kehormatan yang diterimanya bukan sekadar penghargaan pribadi. Menurut dia, penghargaan tersebut juga mencerminkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan China, terutama dalam bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.

“Penghargaan ini saya dedikasikan demi seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Purbaya.

Ia menginginkan penghargaan tersebut menjadi pintu masuk untuk penguatan kerja sama akademik kedua negara, termasuk dalam pengembangan riset, pendidikan, serta perumusan kebijakan ekonomi yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *