Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bila bunga utang dari China makin murah ketimbang dari Amerika Serikat. Hal ini terungkap usai dirinya menjalankan kunjungan kerja dari Tiongkok pekan lalu.

Menkeu Purbaya bercerita bahwa tujuannya menjalankan dinas luar negeri ke China demi menjalankan diversifikasi sumber pembiayaan demi memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Untuk itu Pemerintah ingin menerbitkan Panda Bond, surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh entitas asing, dalam hal ini Pemerintah Indonesia. Surat utang ini diterbitkan di pasar domestik China bersama denominasi mata uang Yuan atau Renminbi (RMB).

“Kemarin kami ke China demi menjalankan diversifikasi sumber pembiayaan, supaya tekanan kita berkurang sedikit. Di China tuh Panda Bond, kita expect makin murah ya bunganya dibanding Amerika, Dolar base,” katanya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI yang disiarkan virtual, dikutip Kamis (25/6/2026).

Dengan Panda Bond, Purbaya menginginkan Pemerintah RI memiliki alternatif agar makin leluasa ketika menjalankan pembiayaan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi kita harapkan nanti ada alternatif pembiayaan dari kita yang menciptakan kita agak leluasa ketika menjalankan pembiayaan demi defisit anggaran kita,” jelasnya.

Target cari utang Rp 17,9 T dari Panda Bond

Diketahui Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Rp 17.937 per Dolar AS). Bahkan dana pinjaman itu dapat makin apabila kondisi makin mebarangkalikan.

“Pertama sih kita targetnya barangkali 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya bagaikan apa, bila market-nya dapat makin besar, kita akan perbesar, tergantung bersama kondisi market-nya,” kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Untuk menerbitkan Panda Bond, pihak pemerintah, lembaga multilateral, atau korporasi asing wajib memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yakni China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

“Waktu pertemuan bersama PBOC, kami diminta menjalankan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak underwriter-nya masih belum dimasukkan dan pihak PBOC mengimbau agar dalam waktu dekat dimasukkan izinnya berakibat mereka dapat dalam waktu dekat memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik,” papar dia.

Berkat dukungan dari PBOC, Purbaya optimistis Panda Bond dapat diterbitkan pada tahun ini. Pemerintah masih mempersiapkan book building atau masa penawaran awal, di mana peminjam dan penjamin mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

“Ini pekan depan telah mengawali book building wajibnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi telah putus barangkali,” ungkap Purbaya.

Purbaya menyebut, alasan Pemerintah menerbitkan PAnda BOnd yakni ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan. Ia tak ingin bergantung pada satu sumber mata uang negara tertentu.

Lebih lagi Indonesia dan China telah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat sekitar kedua negara.

“Transaksi bersama yuan dapat langsung dikonversi ke rupiah, lantaran perjanjian antara bank sentral Indonesia bersama bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, dapat tidak memakai demi memanfaatkan langsung bilateral swap agreement tadi berakibat langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap Rupiah juga nantinya,” tegas Purbaya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *