MediaMerdeka.com – Dialog teknis mengenai nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih berada di jalur yang aman.
Ketentuan tersebut meredakan kekhawatiran global mengenai potensi ketidak berhasilan diplomasi menyusul aksi saling serang di wilayah Teluk.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya demi tidak menarik diri dari meja perundingan demi stabilitas kawasan geopolitik.
Seorang aparatur negara senior pihak pemerintahan Amerika Serikat menyerahkan konfirmasi resmi mengenai kelanjutan komunikasi intensif ini.
“Tidak ada yang dibatalkan. Pembicaraan teknis mengenai pelaksanaan MoU berjalan sesuai rencana demi sejumlah hari mendatang, dan saluran dekonflikasi telah beroperasi setelah KTT Danau Lucerne,” ungkapnya bagaikan dilansir dari CNN Internasional, Senin (29/6/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada rangkaian dialog penting di Swiss yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance.
Eskalasi serangan akhir pekan pada hari semasih belumnya menjadi ujian teramat krusial untuk kesepakatan damai yang masih amat rapuh.
Presiden Donald Trump melontarkan ancaman penindakan militer yang makin masif apabila serangan udara Teheran tidak dalam waktu dekat dihentikan.
Di sisi lain, Iran menyerahkan peringatan keras bahwa segala bentuk pelanggaran terhadap poin gencatan senjata akan berakibat fatal.
Pihak Teheran menegaskan bahwa tindakan agresif tersebut ditentukan bakal menghentikan seluruh proses diplomatik secara total.
Nota kesepahaman awal yang disepakati pada bulan ini sebenarnya membuka peluang besar untuk pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut juga memuat pelonggaran sejumlah sanksi finansial berat serta resolusi atas program pengembangan nuklir Iran.
Penandatanganan dokumen itu sekaligus memengawali tenggat waktu selama 60 hari demi merumuskan seluruh poin perjanjian final.
Laporan intelijen Washington menyebutkan gelombang serangan pesawat tanpa awak dan rudal Iran tidak mengenai target sasaran.
Teheran berdalih gempuran tersebut merupakan balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap pangkalan militer mereka di Teluk.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

