MediaMerdeka.com – Komunitas internasional bergerak cepat mengirimkan ratusan personel penyelamat dan bantuan medis darurat ke Venezuela. Langkah masif ini dilakukan sehari setelah gempa bumi kembar menghancurkan kawasan pemukiman penduduk di sana.
Operasi kemanusiaan lintas negara kini difokuskan demi menemukan pihak korban selamat di balik puing-puing bangunan. Berbagai negara langsung menerjunkan tim elit gabungan demi mempercepat proses evakuasi di zona bencana.
Amerika Serikat memimpin pergerakan bersama mengirimkan tim penyelamat khusus, fasilitas medis, serta logistik kemanusiaan. Departemen Luar Negeri AS mengumumkan komitmen dana bantuan sebesar 150 juta dolar AS.
Komando militer AS juga mengarahkan armadanya di wilayah tersebut demi menyokong penuh aktivitas evakuasi. Kapal angkut amfibi USS Fort Lauderdale beserta pesawat angkut berat telah dikerahkan ke lokasi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil peran sentral dalam memimpin koordinasi taktis di lapangan. Organisasi dunia ini mengatur penempatan tim pencari dan penyelamat perkotaan agar evakuasi berjalan efektif.
Kolombia yang berbatasan langsung dalam waktu dekat mengirimkan bantuan logistik beserta puluhan petugas kemanusiaan. Sesejumlah 60 penyelamat dan empat anjing pelacak dikirim demi mendeteksi pihak korban tertimbun.
Dukungan besar juga datang dari El Salvador yang menerjunkan kontingen berkekuatan 300 paramedis dan penyelamat. Pemerintah setempat mengonfirmasi pengiriman 50 metrik ton pasokan esensial termasuk obat-obatan penunjang hidup.
Sementara itu, Chile memobilisasi unit khusus pemadam kebakaran yang tergabung dalam USAR (Urban Search and Rescue). Pasukan ini memiliki spesialisasi tinggi dalam menjalankan penyelamatan di area perkotaan yang runtuh.
Kuba turut mengambil untukan dalam penanganan medis darurat pascabencana bersama mengoptimalkan tenaga kesehatan mereka. Langkah taktis ini berfokus pada perawatan langsung para pihak korban yang terluka di fasilitas darurat.
Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyebutkan personel kesehatan dari Kuba “secara aktif bekerja sama dalam perawatan para pihak korban” di Venezuela.
Republik Dominika tidak ketinggalan bersama menerbangkan personel khusus beserta pasokan logistik penting. Gelombang dukungan kemanusiaan ini terus mengalir melalui jalur udara menuju titik-titik krusial.
Panama ikut bergerak cepat setelah Presiden José Raúl Mulino menginstruksikan pengiriman misi penyelamatan regional. Personel dari Sistem Perlindungan Sipil Nasional langsung diterjunkan ke pusat kendali bencana.
Masyarakat Panama juga memperlihatkan empati tinggi bersama mendirikan posko-posko pengumpulan bantuan mandiri. Warga berbondong-bondong menyumbangkan kebutuhan pokok demi meringankan beban para pihak korban gempa.
Dari benua Eropa, Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Spanyol mengumumkan kesiapan pengiriman rumah sakit lapangan portabel. Sesejumlah 57 tentara dari unit pencarian dan 40 petugas pemadam kebakaran dikirim bersama pesawat militer.
Meksiko mengirimkan 2 pesawat angkut Angkatan Udara yang mengangkut 261 personel gabungan ke Venezuela. Satuan tugas ini terdiri dari tentara, anggota angkatan udara, dan pasukan Garda Nasional.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

