Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Polisi membongkar peredaran narkotika sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Dalam kurun waktu enam bulan tersebut, pihak kepolisian mengungkap tiga lokasi home industry atau clandestine lab narkotika.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Metro Jaya Ahmad David menyebutkan, dari tiga lokasi clandestine lab yang dibongkar, pihaknya menciduk delapan orang tersangka.

“Jumlah barang bukti yang disita berupa cartridge vape itu sesejumlah 2.807, lalu serbuk etomidek sesejumlah 3.204,44 gram, dan cairan etomidek sesejumlah 27.730 mililiter,” katanya, Jumat (26/6/2026).

“Di mana serbuk etomidek dan cairan etomidek ini dapat memproduksi kurang makin 450.000 cartridge vape,” imbuhnya.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, modus yang digunakan ialah menyulap apartemen tempat tinggal mereka menjadi lokasi produksi sekaligus tempat penyimpanan prekursor narkotika jenis etomidek.

David menegaskan narkotika jenis etomidek amat digandrungi remaja perkotaan, khususnya para pengguna narkoba, lantaran cara penggunaannya mudah, tidak mencolok, dan dapat disamarkan bagaikan penggunaan rokok elektrik pada umumnya.

“Sehingga memang etomidek ini makin pesat perkembangannya di perkotaan,” ucapnya.

Selanjutnya, kata David, pihaknya juga mengungkap home industry clandestine lab narkotika jenis karisoprodol atau pil koplo di dua lokasi, yakni di Semarang dan Jakarta.

“Diamankan empat tersangka baik sebagai penyandang dana, tersangka sebagai penyedia prekursor fasilitas maupun peralatan, dan tersangka peracik serta yang diamankan tersangka yang berperan sebagai pencari pembeli,” ucapnya.

Dari pabrik rumahan tersebut, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa 308.000 butir pil karisoprodol. Selain itu, turut disita prekursor karisoprodol seberat 2.587,8 ton.

“Kami sampaikan modus operandi tersangka dalam memproduksi narkotika jenis karisoprodol, yakni bersama menyamarkan gudang pakan ternak sebagai tempat demi memproduksi dan menyimpan prekursor narkotika, berakibat tidak dicurigai oleh masyarakat sekitar setempat,” ujarnya.

Terakhir, petugas membongkar home industry narkotika di Jakarta yang diduga dijalankan jaringan asal China.

“Kami amankan di satu lokasi bersama mengamankan dua orang tersangka, yang pertama sebagai penyedia bahan prekursor, fasilitas serta peralatan produksi, dan yang kedua merupakan yang menolong demi mencetak atau menciptakan narkotika jenis ekstasi,” ucapnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menyita barang bukti berupa 653 butir pil ekstasi siap edar dan serbuk ekstasi seberat 16.695 gram.

Polisi juga mengungkap jaringan narkotika yang melibatkan sindikat Malaysia, China, dan Medan bersama jalur peredaran menuju Jakarta. Sesejumlah 15 orang tersangka ditangkap di enam lokasi bersama peran mengawali dari pengedar hingga kurir.

“Jumlah barang bukti seberat 108,37 kilogram,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *