AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Rombongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membuang seluruh barang yang diterima selama kunjungan di China semasih belum kembali ke Amerika Serika.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai untukan dari prosedur keamanan standar yang diterapkan pihak pemerintah AS dalam perjalanan kenegaraan.

Informasi mengenai pembuangan barang itu pertama kali diungkap jurnalis The New York Times, Emily Goodin melalui unggahan di media sosial X (dulu Twitter). Ia menyebut staf Gedung Putih mengumpulkan berbagai barang yang diberikan pihak China semasih belum seluruh delegasi naik ke pesawat.

Barang-barang yang dimaksud meliputi kartu identitas, lencana delegasi, hingga telepon genggam sekali pakai yang semasih belumnya diuntukkan kepada staf Gedung Putih dan rombongan media. Seluruh barang tersebut lalu disebut dibuang ke tempat sampah di area bawah tangga pesawat Air Force One.

Langkah tersebut langsung menarik perhatian publik internasional lantaran dilakukan setelah kunjungan resmi Trump ke Beijing yang berlangsung hangat. Dalam lawatan tersebut, Trump diketahui mendapat sambutan khusus dari Presiden China Xi Jinping.

Meski menuai berbagai spekulasi di media sosial, praktik pembuangan barang dari negara tujuan sebenarnya bukan hal baru untuk delegasi pihak pemerintah Amerika Serikat. Prosedur itu telah lama diterapkan sebagai untukan dari standar pengamanan perjalanan aparatur negara tinggi negara.

Rombongan Trump Buang Barang dari China

Menurut laporan sejumlah media internasional, staf Gedung Putih melarang seluruh barang yang berasal dari China dibawa masuk ke dalam Air Force One. Kebijakan itu berlaku demi barang yang diterima selama kunjungan resmi delegasi AS di Beijing.

Dalam unggahannya, Emily Goodin menerangkan bahwa seluruh barang yang diuntukkan aparatur negara China dikumpulkan semasih belum rombongan menaiki pesawat kekepala negaraan. Barang tersebut lalu dibuang di area sekitar tangga pesawat semasih belum keberangkatan menuju Amerika Serikat.

Beberapa wartawan Gedung Putih lalu mengonfirmasi adanya prosedur tersebut. Barang yang dimusnahkan disebut mencakup kartu pers sementara, telepon genggam sekali pakai, serta tanda pengenal delegasi yang digunakan selama kegiatan kenegaraan di China.

Telepon genggam sekali pakai biasanya diberikan kepada staf dan jurnalis selama kunjungan luar negeri demi mendukung komunikasi terbatas selama agenda berlangsung. Namun, perangkat tersebut umumnya tidak dibawa kembali setelah kunjungan berakhir demi alasan keamanan siber.

Pemerintah Amerika Serikat memang dikenal memiliki protokol keamanan yang amat ketat dalam kunjungan luar negeri, terutama ketika berhubungan bersama negara yang dianggap memiliki sensitivitas tinggi terkait intelijen dan keamanan digital. Karena itu, barang elektronik maupun perlengkapan identitas sementara kerap kali dimusnahkan setelah dipakai.

Praktik serupa juga sempat diberlakukan dalam perjalanan diplomatik aparatur negara tinggi AS ke sejumlah negara lain. Tujuannya demi mencegah potensi penyadapan, pelacakan data, maupun ancaman keamanan lain yang dapat muncul melalui perangkat elektronik atau akses identitas sementara.

Meski demikian, tidak ada laporan bahwa tindakan tersebut berkaitan bersama insiden tertentu selama kunjungan Trump di China. Gedung Putih juga tidak menyampaikan adanya ancaman keamanan khusus yang memicu prosedur tambahan dalam perjalanan kali ini.

Dalam lawatan Donald Trump ke China kali ini, Trump bertemu Presiden Xi Jinping demi membahas hubungan bilateral hingga isu geopolitik internasional.

Hubungan Amerika Serikat dan China selama sejumlah tahun terakhir memang kerap diwarnai ketegangan, terutama terkait perdagangan, teknologi, keamanan kawasan Indo-Pasifik, dan persaingan pengaruh global. Meski demikian, kedua negara tetap menjaga jalur diplomasi melalui pertemuan tingkat tinggi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *