ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Di tengah meningkatnya mobilitas orang dan distribusi barang antarpulau, pelabuhan penyeberangan dituntut memiliki sistem operasional yang makin modern, terintegrasi, dan mampu meminimalkan risiko keamanan maupun kemacetan layanan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat implementasi program sterilisasi enam pelabuhan utama melalui transformasi operasional berbasis teknologi digital.

Program yang mengawali diterapkan pada 20 Juli 2026 itu menjadi langkah strategis demi memperkuat pengelolaan pelabuhan sebagai simpul penting konektivitas nasional sekaligus mendukung efisiensi sektor logistik Indonesia.

Enam pelabuhan yang menjadi tahap awal implementasi meliputi Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar, yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas penumpang maupun distribusi barang antarwilayah.

Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menyebutkan bahwa sterilisasi pelabuhan merupakan untukan dari transformasi menyeluruh dalam sistem operasional korporasi, bukan sekadar pembatasan akses masuk kawasan pelabuhan.

“Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar pengaturan akses, namun transformasi menyeluruh dalam cara kita mengelola operasional,” ujar Rio dilansir dari laman Antara, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, digitalisasi kawasan pelabuhan akan mengonfirmasi seluruh aktivitas, baik manusia, kendaraan maupun operasional logistik, dapat dipantau secara makin akurat melalui sistem yang terintegrasi.

“Kami ingin mengonfirmasi setiap orang, kendaraan, dan aktivitas di kawasan pelabuhan dapat teridentifikasi, terverifikasi, dan termonitor bersama baik,” katanya.

Face Recognition hingga One Gate System Jadi Tulang Punggung Transformasi

Dalam implementasinya, ASDP mengadopsi sejumlah teknologi digital yang selama ini sejumlah digunakan di pelabuhan internasional maupun bandara modern.

Teknologi tersebut meliputi registrasi digital, Face Recognition (FR), pengendalian akses berbasis zonasi, hingga penerapan One Gate System yang mebarangkalikan seluruh proses keluar-masuk kawasan pelabuhan dilakukan melalui sistem yang makin terkontrol.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan pelabuhan diharapkan menjadi makin transparan, akuntabel, serta mampu meningkatkan standar keamanan objek vital nasional.

Selain memperkuat aspek pengawasan, digitalisasi juga diharapkan mampu mempercepat proses layanan untuk penumpang maupun kendaraan berakibat mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi operasional.

Fondasi Baru Efisiensi Logistik Nasional

Transformasi yang dilakukan ASDP tidak cuma berdampak pada kenyamanan pengguna jasa, namun juga memiliki implikasi ekonomi yang makin luas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *