Babak Baru Perang Iran, Donald Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Negosiasi Selat Hormuz

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Donald Trump memicu ketegangan diplomatik baru bersama mengancam akan membom Oman apabila negara sekutu AS itu dianggap merintangi jalur diplomasi Washington terkait Selat Hormuz. Ancaman keras ini dilontarkan di tengah manuver terpisah Oman yang justru hampir merampungkan kesepakatan navigasi laut bersama Iran.

Langkah Oman menggalang kesepakatan mandiri dinilai memicu kekesalan Gedung Putih yang menginginkan kontrol penuh atas pembukaan kembali alur pelayaran minyak dunia tersebut. Konflik verbal ini mencuat tepat saat masa berlaku Nota Kesepahaman (MoU) 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran resmi berakhir.

Trump secara tegas mengonfirmasi bahwa pihak pemerintahannya tidak bermaksud memperpanjang masa berlaku dokumen perdamaian sementara tersebut.

Bagaimana Ancaman Trump Terhadap Oman Bisa Terjadi?

Ancaman serangan militer ke wilayah Oman terungkap melalui wawancara telepon Presiden AS bersama media Fox News.

Jurnalis Fox News, Trey Yingst, mengutip pernyataan langsung Trump yang memakai bahasa kasar saat menyinggung peran Muscat.

“Jika Oman menghalangi, kita akan membom mereka sampai hancur,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Trump tidak merinci batasan tindakan Oman yang dapat dikategorikan sebagai bentuk penghalangan terhadap ambisi diplomasinya.

Di saat bersamaan, Trump juga mengklaim telah membuka jalur komunikasi rahasia secara langsung bersama Garda Revolusi Iran (IRGC).

Bagaimana Respons Iran Terhadap Klaim Jalur Belakang AS?

Pihak militer Iran langsung membantah keras klaim komunikasi rahasia yang disampaikan oleh orang nomor satu di AS tersebut.

Juru bicara IRGC menyampaikan bantahan resminya melalui kantor berita setengah pihak pemerintah Iran, Tasnim News.

“Tidak ada pembicaraan yang terjadi antara aparatur negara IRGC dan pihak Amerika, dan kebohongan oleh Trump ini cumalah khayalan yang didikarenakankan oleh ilusi dan mimpi buruk yang dideritanya akibat kekalahan dan keputusasaan dalam perang,” tegas juru bicara IRGC.

Gedung Putih sendiri dinilai kehilangan momentum diplomatik setelah Iran mendahului menciptakan kesepakatan khusus bersama Oman.

Juru bicara Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi bahwa kesepakatan jalur transit kapal di Selat Hormuz telah tercapai bersama Muscat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *