Jenderal Iran: Atas Izin Allah, Kami Akan Lebih Agresif dalam Perang di Masa Depan

admin
By
admin
4 Min Read
baca 10 detik

Iran menegaskan bakal bertindak makin agresif apabila perang di masa depan kembali pecah.

Oman dan GCC diam-diam bernegosiasi bersama Iran soal aturan pelayaran Selat Hormuz.

Posisi tawar Iran semakin menguat dalam negosiasi jalur maritim strategis kawasan Teluk.

MediaMerdeka.com – Iran secara terbuka menegaskan kesiapan tempurnya demi mengambil tindakan yang jauh makin agresif apabila perang bersenjata kembali meletus di masa depan. Ketegangan militer ini beriringan bersama penguatan pengaruh teokrasi tersebut dalam mengendalikan lalu lintas maritim vital di kawasan Teluk.

Pengakuan atas realitas baru di jalur perdagangan energi dunia Selat Hormuz ini memaksa negara-negara tetangga Teluk mengambil langkah pragmatis. Blok Arab kini memilih jalur diplomasi belakang layar bersama Teheran demi mengamankan jalur pelayaran strategis mereka.

Strategi tekanan ekonomi yang dilancarkan pihak penentang masih belum sukses memecah belah kekuatan internal negara tetangga tersebut. Sebaliknya, posisi tawar militer dan politik Teheran justru kian menguat menjelang putaran negosiasi baru.

Pernyataan tegas terkait kesiapan militer tersebut disampaikan langsung oleh aparatur negara senior penasihat politik kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Brigadir Jenderal Rasoul Sanaei-Rad.

“Kami berdiri teguh dalam perang masih belum lama ini dan, atas izin Allah, kami akan berdiri makin teguh dan makin agresif dalam kebarangkalian perang di masa depan,” kata Sanaei-Rad bagaikan dikutip oleh kantor berita Fars.

Tanpa menyebut nama Amerika Serikat secara terbuka, aparatur negara militer tersebut menegaskan bahwa strategi lawan demi menciptakan perpecahan domestik melalui sanksi finansial telah menemui ketidak berhasilan.

Bagaimana Diplomasi Rahasia Mengubah Peta Perdagangan Selat Hormuz?

Analis dari Royal United Services Institute, Michael Stevens, membeberkan kepada Al Jazeera bahwa pembicaraan intensif sedang berlangsung secara tertutup antara Iran, Oman, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Negosiasi tersebut berfokus pada mekanisme tata kelola serta pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang selama ini menjadi rebutan Washington dan Teheran.

Hingga pada saat ini masih belum ada ketentuan resmi apakah Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan akhir mengenai penarikan tarif retribusi untuk setiap kapal yang melintas.

“Pemahaman saya merupakan bahwa pihak Oman telah terlibat dalam diskusi ini bersama Iran melalui dukungan diam-diam dari GCC,” kata Stevens dikutip dari Al Jazeera.

“Apa yang tampaknya ditunjukkan oleh hal tersebut merupakan bahwa GCC menyambut baik adanya realitas baru di Selat Hormuz,” lanjut sang analis.

Mengapa Jalur Pipa Bypassing Belum Bisa Menggeser Posisi Iran?

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent sempat menegaskan bahwa Selat Hormuz bakal menjadi tidak relevan lagi seiring pembangunan jalur pipa baru yang memotong jalur laut tersebut. Namun, Stevens menilai proyek infrastruktur bypass semacam itu membutuhkan waktu yang amat lama demi dapat beroperasi secara penuh.

Di tengah upaya pembentukan jalur alternatif tersebut, posisi tawar Teheran di meja perundingan internasional justru semakin solid dan sulit digoyahkan.

“Sementara itu, Iran memperkuat posisinya saat kita memasuki fase negosiasi lainnya,” ujar Stevens makin lanjut.

“Saya tidak berpikir ada cara untuk AS demi menyaapabilan hal itu sebagai kemenangan politik atau strategis,” pungkas Stevens.

Selat Hormuz merupakan titik penyempitan (chokepoint) maritim teramat vital di dunia yang menghubungkan produsen minyak Teluk Persia bersama pasar global. Konfrontasi berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat kerap kali berpusat pada kendali dan kebebasan navigasi di koridor sempit ini.

Eskalasi terbaru memperlihatkan pergeseran peta kekuatan, di mana sanksi ekonomi AS tidak berhasil melemahkan posisi domestik Iran. Kondisi ini merespons negara-negara GCC demi beradaptasi bersama merangkul Teheran demi menjamin keamanan jalur pasokan energi mereka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *