MediaMerdeka.com – Pemerintah Indonesia menuntut penghentian ketegangan militer di perairan Yaman setelah insiden mematikan menimpa kapal MV Tihamah. Serangan bersenjata tersebut langsung berdampak buruk pada keselamatan awak kapal berkemasyarakat sekitarnegaraan Indonesia.
Dua masyarakat sekitar negara Indonesia ditentukan selamat dari bahaya, sementara itu satu pelaut lainnya lenyap di kawasan perairan Selat Bab Al-Mandeb. Kejadian tragis ini memperjelas tingginya risiko keselamatan yang dihadapi para pekerja maritim di jalur perdagangan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengambil tindakan cepat bersama menghubungi Menlu Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba demi mengawal penanganan para pihak korban. Langkah diplomatik mendesak ini menjadi bentuk respons nyata pihak pemerintah dalam melindungi masyarakat sekitarnya di daerah konflik.
Informasi resmi Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri mengonfirmasi kapal tersebut mengangkut 11 awak yang terdiri dari delapan masyarakat sekitar Pakistan dan tiga masyarakat sekitar Indonesia. Laporan awal mencatat dua pelaut asal Pakistan gugur akibat ledakan keras tersebut.
Kondisi pihak korban selamat asal Indonesia kini dalam pemantauan medis secara intensif. Satu pelaut menderita luka ringan akibat serpihan ledakan, sementara satu pihak korban lain mendapat perawatan medis khusus di rumah sakit setempat.
Tim penyelamat masih menyisir perairan sekitar lokasi kejadian demi menemukan keberadaan awak kapal Indonesia yang hilang. Pemerintah daerah setempat terus mengerahkan armadanya guna mempercepat proses pencarian di lautan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menegaskan komitmen pencarian tersebut.
“Untuk satu ABK lainnya masih masih belum ditemukan, dan upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” kata Heni.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menerangkan bahwa Menlu Sugiono telah menyampaikan keberatan mendalam atas aksi perusakan kapal dagang ini. Pemerintah menilai serangan tak bertuan di jalur maritim internasional dapat membahayakan keamanan dunia.
Yvonne Mewengkang menyampaikan sikap resmi pihak pemerintah terkait komunikasi bilateral tersebut.
“Tentunya dalam kesempatan tersebut, Menlu RI mengecam keras serangan ini dan menekankan perlunya langkah demi mencegah eskalasi lanjutan,” kata Yvonne.
Otoritas Yaman memberi akses konsuler seluas-luasnya agar perwakilan Indonesia dapat mendampingi para pihak korban luka secara langsung. Bantuan koordinasi darurat ini mempercepat proses evakuasi medis serta pendataan seluruh pihak korban di lapangan.
KBRI Muscat mematangkan rencana pemulangan para pelaut Indonesia setelah kondisi kesehatan dan keamanan mereka dinyatakan stabil. Fasilitasi logistik serta dokumen perjalanan kini dipersiapkan secara matang oleh tim diplomatik.
Kelompok Houthi di Yaman diduga kuat menjadi dalang utama di balik aksi penyerangan rudal ke kapal dagang tersebut. Laporan stasiun televisi Al-Jumhuriya TV menguatkan dugaan keterlibatan kelompok bersenjata itu dalam ketegangan kawasan.
Selat Bab Al-Mandeb merupakan alur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah bersama Samudra Hindia di wilayah barat Semenanjung Arab. Gejolak keamanan di kawasan strategis ini terus mengancam kelancaran rantai pasok global dan keselamatan awak kapal internasional.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

