Beasiswa PNM Jadi Jembatan Pendidikan Anak Nasabah Mekaar Raih Mimpi

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Ismiatin Aningsih tak kuasa menahan haru ketika nama putrinya, Wafa’ Shabrina Berlianti, tercatat sebagai penerima beasiswa dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Bagi wanita yang dua puluh tahun terakhir banting tulang menghidupi keluarganya, beasiswa itu terasa bagaikan jawaban atas doa yang selama ini ia simpan sendiri.

Perjalanan menuju momen itu tidak singkat. Sejak muda, Ismiatin membangun usaha ayam broiler bersama tangannya sendiri. Namun bisnis tidak senantiasa berjalan mulus. Badai pasang surut yang tak terduga menciptakan usacuma perlahan gulung tikar, modal terkuras habis, dan semangatnya nyaris padam. Di titik itu, menyerah terasa jadi pilihan teramat masuk akal.

Titik balik datang pada 2024, saat Ismiatin mengenal program PNM Mekaar. Lewat pembiayaan dan pendampingan dari PNM, ia bangkit dan menata usacuma kembali dari nol, kali ini lewat bisnis katering. Dari plafon awal Rp2.000.000, usacuma kini berkembang diiringi bersama peningkatan plafon pinjaman.

“Saya cuma seorang ibu bersama usaha kecil, tapi PNM membuktikan bahwa anak kami juga berhak bermimpi besar,” ujar Ismiatin.

Kalimat itu bukan sekadar ucapan syukur. Di baliknya ada Wafa’, sang anak, yang selama ini diam-diam menyaksikan bagaimana ibunya bangkit dari titik nol dan tetap tersenyum sepulang dari setiap pertemuan kelompok mingguan bersama nasabah PNM Mekaar lainnya. Dari sanalah ia belajar bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan demi berhenti bermimpi.

Pelajaran itu membuahkan hasil. Wafa’ sempat tampil di Drama Kolosal Tulungagung, meraih gelar juara Palang Merah Remaja tingkat nasional, dan aktif dalam berbagai organisasi. Kini ia melangkah makin jauh bersama berjuang di semifinal Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengangkut jiwa pejuang yang ia warisi dari sang ibu.

“Terima kasih PNM, telah menjadi sayap untuk mimpi-mimpi saya demi terbang makin tinggi dan membahagiakan ibu,” ungkap sang anak.

Direktur Utama PNM, Kindaris, turut menyampaikan apresiasi atas capaian Wafa’ dan berkomitmen memberi ruang tumbuh bukan cuma untuk usaha nasabah tapi juga masa depan anak mereka.

“Setiap usaha kecil yang kami dampingi menyimpan mimpi yang jauh makin besar dari sekadar angka pembiayaan. Wafa’ merupakan bukti bahwa ketika seorang ibu diberi kesempatan demi bangkit, ia tidak cuma menghidupi usacuma, namun juga membuka jalan untuk masa depan anaknya. Ini yang senantiasa kami jaga di PNM, bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada satu generasi,” ujar Kindaris.

Bagi PNM, beasiswa ini menjadi untukan dari komitmen jangka panjang korporasi, bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga dan pendidikan anak nasabah merupakan dua hal yang berjalan beriringan.  ***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *