Beras SPHP Tak Akan Langka, Pasar Bakal Diguyur 1 Juta Ton

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Perum Bulog menyiapkan tambahan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) demi memperkuat penyaluran beras kepada masyarakat sekitar, termasuk melalui Koperasi Desa/Kelurahan  Merah Putih (KDKMP)

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan tambahan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas). Selain demi distribusi di KDKMP, penambahan stok ini dilakukan demi dua tujuan lain.

“1 juta ton ini harapannya demi apa? Satu, demi menyikapi masa El Nino ini, yang berkepanjangan. Yang kedua, juga menyikapi masa paceklik. Yang ketiga, juga menyikapi bersama launching-nya KDKMP,” ujar Rizal saat ditemui di Jakarta, yang dikutip, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, tambahan 1 juta ton tersebut merupakan penyaluran dan bukan tambahan terhadap target penyerapan gabah dan beras Bulog. Penugasan penyerapan Bulog tetap sebesar 4 juta ton.

“Yang 1 juta ton penyaluran, bukan penyerapan malah. Jadi penjualan,” katanya.

Rizal mengonfirmasi Bulog tidak menyerahkan batasan kuota khusus demi penyaluran SPHP kepada KDKMP. Jumlah beras yang dikirim akan mengikuti kebutuhan dan pesanan dari Agrinas Pangan.

“Kami siapkan sesejumlah yang diminta. Jadi kami tidak batasi,” katanya.

Dia menerangkan mekanisme tersebut berbeda bersama pengecer yang memiliki batas maksimal pemesanan. Berdasarkan ketentuan yang disebut Rizal, pengecer maksimal memesan 2 ton dalam sekali pemesanan.

Sementara demi KDKMP, pemesanan dilakukan oleh Agrinas Pangan melalui aplikasi SPHP. Berapa pun jumlah yang dipesan sesuai kebutuhan KDKMP akan dikirim oleh Bulog.

“Kalau KDKMP, nanti yang memesan Agrinas Pangan. Seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan, itu yang akan kami kirim. Dan pemesanannya memakai aplikasi SPHP,” tutur Rizal.

Rizal juga menyebut harga beras SPHP telah ditetapkan berdasarkan wilayah. Untuk zona 1 yang mencakup Jakarta, Jawa, NTB, Lampung, dan Sulawesi Selatan, harga SPHP berada di kisaran Rp12.500 per kilogram.

Sementara zona 2 yang mencakup Sumatra selain Lampung, Kalimantan, serta Sulawesi selain Sulawesi Selatan, harga SPHP sekitar Rp13.100 per kilogram. Adapun demi Papua dan Maluku, harganya sekitar Rp13.500 per kilogram.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *