BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Realisasi penyerapan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) sepanjang Tahun Anggaran (TA) 2025 masih masih belum optimal. Mereka cuma mampu menyerap anggaran 60,49 persen dari total pagu belanja yang telah dialokasikan.

Berdasarkan data Laporan Keuangan Audited TA 2025, BGN semula mengantongi pagu total belanja sebesar Rp85.278.823.889.000 atau sekitar Rp 85,2 triliun. Namun dari jumlah tersebut, realisasi belanja yang sukses dieksekusi hingga akhir tahun anggaran cuma menyentuh Rp51.586.180.343.891 atau Rp 51,5 triliun.

Artinya, terdapat sisa pagu belanja anggaran yang tidak terpakai sebesar Rp33.692.643.545.109 alias Rp 33,6 triliun.

Wakil Ketua BGN, Agustina Arumsari, membeberkan bahwa deviasi atau selisih yang besar antara rencana anggaran dan realisasi ini dipicu oleh rendahnya penyerapan di hampir seluruh pos belanja operasional maupun pembangunan.

Pos belanja pegawai menjadi yang teramat minim serapannya. Dari alokasi anggaran sebesar Rp3.384.722.739.000, BGN cuma mampu merealisasikan sebesar Rp117.615.206.757 atau cuma 3,47 persen.

Arumsari menerangkan, kendala ini terjadi lantaran rencana pengangkatan Pegawai Pemerintah bersama Perjanjian Kerja (P3K) batch ketiga yang semula dijadwalkan rampung pada tahun 2025 wajib bergeser ke tahun 2026.

“Salah satunya pegawai P3K yang semula direncanakan akan kami angkat sebagai P3K batch ketiga tahun 2025 tidak terealisir di 2025, namun terealisir di tahun 2026, maka memang angkanya realisasinya menjadi kecil,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan virtual, Jumat (17/7/2026).

Selain belanja pegawai, BGN juga cuma mampu menyerap pos belanja barang sebesar 66,06 persen, atau setara Rp48,7 Triliun dari pagu Rp73,8 Triliun.

Rendahnya serapan ini salah satunya dipicu oleh pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp14 Triliun di tengah proses berjalan yang pada akhirnya tidak berhasil terserap hingga masa tahun anggaran berakhir.

Sementara itu, demi pos belanja modal yang diperdemikan untuk pembangunan infrastruktur fisik dasar, lembaga ini cuma mampu mengeksekusi 33,42 persen anggaran, bersama nilai realisasi Rp2.693.072.667.084 dari total pagu Rp8.057.124.226.000.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *