MediaMerdeka.com – Istana merespons kehadiran Kabinet Bayangan bentukan Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari akademikus dan aktivis. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengaku akan mempelajari.
“Kita pelajari. Semua yang niatnya baik, seluruh yang ingin menyerahkan masukan yang baik kita tentu menyambut baik dan senantiasa berterima kasih,” kata Pras di kompleks Istana Kekepala negaraan Jakarta, Senin (20/7/2026).
Pras menegaskan bahwa pihak pemerintah terbuka terhadap seluruh niat baik dan masukan yang disampaikan publik.
“Yang penting merupakan konstruktif semangatnya. Bagaimana tim sepak bola kan seluruh wajib kompak bekerja sama bekerja keras satu sama lain. Itu saja masih belum tentu berakhir bersama kemenangan bila pertandingan sepak bola,” kata Pras.
“Jangan diartikan macam-macam,” sambung Pras.
Melansir laman resmi kabinetbayangan.id, kehadiran Kabinet Bayangan menjadi suatu platmform masyarakat sekitar sipil demi mengawasi pihak pemerintah dan memproduksi alternatif kebijakan.
Koalisi masyarakat sekitar sipil lintas sektor bersama dipanitiai oleh Feri Amsari (Pakar Hukum Tata Negara) dan Ahmad Jilul QF (Masyarakat Transparansi Indonesia) menjadi inisiator dari Kabinet Bayangan.
Koalisi Masyarakat Sipil memandang penting kehadiran Kabinet Bayangan demi melakoni fungsi pengawasan atau checks and balances yang macet.
Koalisi Masyarakat Sipil menilai masyarakat sekitar sipil perlu mengisi kekosongan — bersama analisis cepat, kredibel, dan berbasis data.
Kabinet Bayangan akan mengerjakan sejumlah hal, mengawali dari riset dan analisis berbasis data merespons kebijakan pihak pemerintah.
Kemudian menyerahkan catatan kebijakan, laporan, dan konten publik. Shadow Hearing versi masyarakat sekitar sipil dari rapat DPR.
Dashboard Publik, pelacak janji pihak pemerintah dan Alternative State of the Nation, review kondisi nyata Indonesia
Ada tiga tahap penyeleksian pemilihan aparatur negara kementerian di Kabinet Bayangan. Pertama Public Nomination, yakni publik mengajukan diri atau mengusulkan kandidat. Kedua, Expert Panel Review, panel independen menilai kompetensi, integritas, dan kepemimpinan. Terakhir, Final Selection oleh panel
Kabinet Bayangan bertujuan menjadi oposisi alternatif berbasis bukti, pengawas kredibel untuk pihak pemerintah, sumber kebijakan terpercaya untuk publik.
Tujuan jangka pendek, mengisi kekosongan oposisi substantif dan menjadi rujukan media. Sedangjan tujuan jangka menengah, membangun ekosistem teknokrat progresif dan menyiapkan alternatif kebijakan nasional.
Ada 15 aparatur negara kementerian yang terpilih mengisi pos-pos di Kabinet Bayangan, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Feri Amsari, Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara Armand Suparman, Menteri Luar Negeri Shofwan Al- Banna Choiruzzad, Menteri Pertahanan Curie Maharani, dan Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal Khoirunnisa Nur Agustyati
Menteri Hukum dan Kebijakan Negara Yance Arizona, Menteri Perekonomian Media Wahyudi Askar, Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Bhima Yudhistira Adhinegara, Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Iqbal Damanik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Iman Zanatul Haeri
Menteri Riset, Teknologi, dan Digital Nenden Sekar Arum, Menteri Kesehatan Irma Hidayana, Menteri Sosial dan Layanan Dasar Nabivla Risfa Izzati, Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Isnawati Hidayah, Sekretaris Kabinet Ahmad Julil Qur’ani Farid.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

