Soal Wacana Pemilu E-Voting, Bawaslu Tekankan Perlunya Kontrol Masyarakat

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono menekankan soal aspek kontrol masyarakat sekitar dalam penerapan e-voting. Dia menyerahkan contoh Jerman yang disebut telah meninggalkan penggunaan e-voting.

Totok menerangkan bahwa Jerman meninggalkan sistem tersebut lantaran adanya persoalan terkait kemampuan masyarakat sekitar dalam mengontrol proses pemungutan suara.

“Saya pikir kan Bawaslu ini pelaksana undang-undang ya. Kita telah berikan sejumlah masukan bahwa nanti undang-undang yang diputuskan oleh Dewan, kita akan melaksanakan itu, Bawaslu siapapun nantinya,” kata Totok di Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).

“Tapi berkaitan bersama e-voting tadi menarik. Di Jerman itu e-voting itu telah ditinggalkan,” tambah dia.

Totok menerangkan bahwa salah satu persoalan mendasar dalam penerapan e-voting ialah mengonfirmasi seluruh masyarakat sekitar dapat memahami dan mengontrol proses pemilu.

Dia menilai kemampuan tersebut tidak boleh cuma dimiliki oleh orang yang menguasai teknologi informasi, namun wajib merata di masyarakat sekitar.

“Substansi demokrasi itu setiap masyarakat sekitar wajib mampu mengontrol. Orang yang nggak ahli IT pun wajib mampu dapat mengontrol itu,” ujar Totok.

Untuk itu, dia menilai kesiapan Indonesia menerapkan e-voting perlu menjadi diskusi serius baik dari sisi kesiapan penyelenggara pemilu maupun teknologi, maupun kemampuan masyarakat sekitar sebagai pemilih.

Lebih lanjut, Totok menilai tantangan pengawasan e-voting bukan cuma berkaitan bersama kemampuan Bawaslu dalam mengawasi proses e-voting tersebut.

Sebab, dia menilai masyarakat sekitar juga wajib memiliki kemampuan demi memahami dan mengontrol proses pemilu.

“Orang wajib melek digital, nggak cuma Panwas-nya saja, masyarakat sekitarnya wajib mampu mengontrol,” ucap Totok.

Menurut dia, mekanisme e-voting wajib tetap dapat diakses dan dipahami masyarakat sekitar yang awam terhadap teknologi.

“Itulah substansi demokrasi yang membedakan kenapa sih demokrasi itu ada kebebasan demi menjalankan kontrol, one man, one vote, one value,” tandas Totok.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *