Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Perum Bulog terus memperkuat langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras serta penggelontoran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah guna menjaga keterjangkauan harga beras untuk masyarakat sekitar.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal aparat TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pihak pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen demi mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah. Salah satu langkah utama yang pada saat ini dijalankan merupakan percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.

“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini amat memadai demi memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pihak pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Sampai bersama tanggal 6 Juni 2026 penyaluran bantuan pangan beras telah terealisasi hampir 60 persen atau telah diterima oleh hampir 20 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target 33,2 juta PBP. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026.

Percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut diyakini akan menyerahkan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekitar sekaligus menolong meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.

Selain bantuan pangan, Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP hingga mencapai sesejumlah 315 ribu ton ke berbagai saluran distribusi resmi, termasuk pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan jaringan pengecer yang bekerja sama bersama pihak pemerintah daerah.

“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pihak pemerintah demi mengonfirmasi masyarakat sekitar tetap memperoleh beras bersama harga yang terjangkau. Oleh lantaran itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambah Ahmad Rizal.

Pemerintah menilai bahwa kombinasi antara penyaluran bantuan pangan dan distribusi beras SPHP merupakan langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar. Dengan ketersediaan stok yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat sekitar tidak perlu khawatir terhadap kecukupan pasokan beras nasional.

Bulog juga mengonfirmasi seluruh cadangan beras pihak pemerintah yang dikelola pada saat ini berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu demi mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

“Kami mengajak masyarakat sekitar demi tetap tenang lantaran stok beras nasional dalam kondisi amat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja mengonfirmasi harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat sekitar terpenuhi,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani.***

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *