MediaMerdeka.com – Pergerakan saham emiten produsen batu bara termal raksasa, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), kembali merasakan tekanan pada paruh pertama perdagangan tengah pekan.
Pada penutupan sesi I pada hari ini, Selasa (30/6/2026), saham BUMI bertengger di level Rp135 per lembar, atau mencatatkan pelemahan sebesar 3,55 persen apabila dikomparasikan bersama posisi pada saat pembukaan pasar pagi tadi.
Koreksi ini memperpanjang tren minor yang dialami perseroan. Pada perdagangan sehari semasih belumnya, Senin (29/6/2026), saham BUMI bergerak stagnan dan ditutup di level Rp141 per lembar.
Jika diakumulasikan, dalam kurun waktu sepekan terakhir harga saham BUMI telah menyusut 12,9 persen, sementara dalam sebulan ke belakang melorot 15 persen. Bahkan secara berjalan sepanjang tahun (year to date/ytd), performa harga sahamnya telah terkoreksi hingga 61,4 persen.
Kendati tengah berada dalam fase penurunan jangka pendek, tim riset CGS International Sekuritas Indonesia menyaksikan adanya potensi pembalikan arah untuk pergerakan saham BUMI demi menguji area batas atas (resistance).
Struktur teknis ini dapat dimanfaatkan oleh para pemodal demi memetakan strategi pencarian keuntungan (cuan) yang terukur.
Dalam catatan riset harian demi perdagangan Selasa (30/6/2026), CGS International Sekuritas mengidentifikasi bahwa saham BUMI pada saat ini sedang menguji area batas bawah (support) di kisaran Rp136 hingga Rp138.
Apabila pergerakan harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, indeks saham BUMI berpeluang menuju target penguatan terdekat di level Rp144 sampai Rp148 per lembar saham.
Di sisi lain, minat pemodal global terhadap emiten ini tampaknya mengawali kembali terbentuk. Berdasarkan data dari platform Stockbit, aliran dana investor luar negeri mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) bersama akumulasi nilai mencapai Rp13 miliar pada perdagangan awal pekan pada hari semasih belumnya.
Divestasi Saham PT Citra Palu Mineral
Dari sisi aksi korporasi, PT Bumi Resources Tbk masih belum lama ini merealisasikan langkah restrukturisasi portofolio bersama melepas seuntukan kepemilikan saham pada anak usacuma, PT Citra Palu Mineral (CPM).
Emiten batu bara ini mendivestasikan seluruh kepemilikan langsungnya di CPM yang tercatat sebesar 3,03 persen.
Transaksi pelepasan aset tersebut disepakati bersama nilai investasi mencapai US$9.056.800 atau setara bersama kurang makin Rp151,99 miliar.
Seluruh portofolio yang terdiri atas 24.999 saham Seri A dan 927.236 saham Seri C tersebut dialihkan kepada anak usaha perseroan lainnya, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Manajemen BUMI menegaskan bahwa pelepasan saham ini merupakan untukan integral dari peta jalan transisi jangka panjang serta agenda diversifikasi bisnis perseroan.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

