Deddy Sitorus PDIP Semprot NasDem dan Demokrat: Fokus Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti!

admin
By
admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah partai politik koalisi pihak pemerintah yang mempersoalkan posisi PDIP sebagai penyeimbang.

Deddy menilai, serangan yang menyebut PDIP bermain “politik dua kaki” merupakan sikap yang mengherankan, tidak pada tempatnya, dan tidak etis.

Ia menegaskan, bahwa posisi PDI Perjuangan telah amat jelas berdasarkan mandat Rapat Kerja Nasional (Rakernas), yakni berada di luar kabinet namun tetap menjalankan fungsi pengawasan konstitusional melalui DPR RI.

“Ini bukan sikap ambigu. PDI Perjuangan konsisten menjalankan mandat Rakernas. Justru saya bertanya, mengapa partai-partai ini begitu khawatir bersama keberadaan kami? Apakah lantaran kurang percaya diri atau ada kegalauan internal koalisi berakibat mencari kambing hitam?” ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip Senin (22/6/2026).

Secara spesifik, Deddy menyentil Partai NasDem dan Partai Demokrat.

Ia menyarankan agar kedua partai tersebut makin fokus membenahi internal mereka sendiri daripada mencampuri urusan rumah tangga PDI Perjuangan.

“Saya sarankan partai bagaikan NasDem dan Demokrat fokus mengurus partainya sendiri yang sedang digerogoti. Jangan sampai nanti kalah oleh partai pendatang baru. Lebih baik perbaiki kinerja aparatur negara kementerian-aparatur negara kementerian mereka di kabinet daripada sibuk menggurui partai lain,” tegasnya.

Ia juga mengimbuhkan, apabila ada partai di dalam koalisi yang merasa tidak nyaman bersama situasi politik pada saat ini, sebaiknya mereka yang mengundurkan diri dari pihak pemerintahan ketimbang menyeret-nyeret nama PDIP.

Lebih lanjut, Deddy mengingatkan bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia memerlukan fungsi pengawasan yang kuat di legislatif.

Menurutnya, tugas DPR bukan sekadar menjadi pendukung program pihak pemerintah atau “tukang stempel” kebijakan eksekutif.

Jika seluruh fraksi di DPR cuma manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya bersama era Orde Baru? Apakah DPR masih dibutuhkan?.

Ia menekankan bahwa pada saat ini rakyat makin ingin menyaksikan partai politik bekerja menyelesaikan masalah nyata bagaikan harga BBM, tarif listrik, bansos, hingga persoalan pangan dan ekonomi, ketimbang menciptakan kegaduhan politik.

“Rakyat ingin menyaksikan partai bekerja, bukan sibuk menciptakan gaduh. Pemilu masih jauh. Jangan cari kambing hitam demi kegalauan kalian. Kalau mau cari kurban, ya pas Lebaran pada hari semasih belumnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Deddy menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan tetap tegak pada pendiriannya sebagai penyeimbang yang konstruktif.

PDIP kata dia, berkomitmen demi terus mengkritik secara bertanggung jawab dan mengawal jalannya pihak pemerintahan agar tetap berada di jalur konstitusi.

“Itu merupakan amanah yang tidak akan kami tinggalkan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *