Demi Bisa Ikut Sidang Skripsi, Mahasiswi di Kampus Swasta Nekat Tawarkan Staycation ke Dosen

admin
By
admin
3 Min Read

MediaMerdeka.com – Jagat maya dihebohkan oleh tangkapan layar percakapan antara seorang mahasiswi tingkat akhir dan dosen pembimbingnya di sebuah perguruan tinggi swasta.

Demi memperoleh persetujuan agar dapat mengikuti sidang skripsi pada semester depan, mahasiswi tersebut diduga nekat menawarkan liburan bersama atau staycation kepada sang dosen.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah kekasih sekaligus calon istri sang dosen, lewat akun Threads @justbe_dyy, memuntukkan tangkapan layar pesan tidak pantas dari mahasiswi tersebut pada Selasa, 19 Mei 2026.

“Sore pak, saya *** (disensor), boleh enggak saya ikut sidang skripsi semester depan? Saya wajib lulus pada tahun ini pak. Kalau bapak mau staycation sama saya boleh kok pak,” tulis kalangan akademisi tersebut.

Tak cuma itu, mengeluh lantaran mata kuliah sang dosen dianggap terlalu sulit dan mengaku sempat meloloskan nilai bersama cara serupa di dosen lain.

“Kenapa matkul bapak susah banget & bapak juga mempersulit aku, aku ajakin enak bapak malah marah. Dosen lain enggak ada loh pak yang kaya bapak. Mereka nerima tawaran aku dan ngasih aku nilai B. Bapaaakk pliss tolongin akuuu,” tulis mahasiswi tersebut lagi.

Mendapat pesan bernada pelecehan verbal tersebut, sang dosen langsung menyerahkan balasan tegas dan menepis mentah-mentah tawaran tersebut.

Dia juga memanggil mahasiswi itu ke ruang dekanat demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya tegaskan bahwa ini termasuk pelecehan verbal dan saya keberatan bersama ini, anda melecehkan harga diri saya. Besok silakan datang ke ruang dekanat pukul …. Jika kamu menghindar, saya akan ajukan drop out anda dari kampus,” balas sang dosen bersama tegas.

Setelah kasus ini viral, kekasih sang dosen kembali memuntukkan perkembangan terbaru terkait pemanggilan mahasiswi tersebut di ruang dekanat.

Berbeda bersama sikapnya di pesan singkat yang terkesan menantang, mahasiswi itu akhirnya tertunduk lesu dan mengakui seluruh perbuatannya.

“(Pelaku) nunduk terus. Malu. Terus mohon mohon maaf ke aku… enggak defensif kayak semalam sih,” ungkap sang dosen kepada pasangannya melalui pesan singkat.

Tak cuma mengimbau maaf, mahasiswi tersebut juga membenarkan pengakuannya mengenai adanya “dosen lain” di kampus tersebut yang selama ini kerap menyambut baik gratifikasi seksual darinya demi menyerahkan nilai bagus.

“Ngaku kok (soal dosen lain). Makanya langsung diusut ke rektorat supaya ada audit internal. Siapa aja yang telah pakai dia,” lanjut isi pesan sang dosen.

Laporan ini kini telah resmi diterima oleh pihak dekanat dan langsung diteruskan ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) demi dilakukan audit internal secara menyeluruh.

Pihak rektorat menjanapabilan sidang internal terkait pelanggaran moral ini akan digelar teramat lambat tiga hari pasca-laporan diterima demi menentukan nasib akademis mahasiswi tersebut serta mengusut oknum-oknum dosen lain yang terlibat.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *