Emak-emak Demo ke DPR, Desak Gibran Dimakzulkan

admin
By
admin
2 Min Read
baca 10 detik

MediaMerdeka.com – Koalisi Nasional Perempuan Indonesia (KNPRI) menggelar demonstrasi menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam waktu dekat memakzulkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Mereka merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang menjadi dasar tuntutan terhadap Gibran terkait persyaratan pendidikan dalam pencalonannya sebagai wakil kepala negara pada Pilpres 2024.

Berdasarkan pantauan MediaMerdeka.com di lokasi, massa yang didominasi puluhan emak-emak datang mengenakan hijab seragam bermotif bunga. Mereka juga membentangkan sejumlah poster berisi protes terhadap Gibran.

Koordinator Lapangan KNPRI Meri Samiri menyebutkan, pihaknya mendesak para wakil rakyat dalam waktu dekat merespons putusan MK terkait dugaan pelanggaran persyaratan pencalonan Gibran.

“(Putusan MK) telah final and binding. Harusnya bila DPR ini benar, (sebenarnya) enggak perlu didemo (dulu) dia menurunkan Gibran itu,” kata Meri.

Karena itu, lanjut Meri, KNPRI berinisiatif menyampaikan protes langsung kepada DPR. Menurut dia, keputusan kini berada di tangan DPR demi menindaklanjuti putusan MK tersebut.

Meri juga mengimbau masyarakat sekitar demi menyampaikan protes serupa, salah satunya bersama menurunkan foto Gibran sebagai wakil kepala negara yang dipajang di berbagai instansi.

Putra sulung Presiden Ketujuh RI Joko Widodo itu dinilai kelompok tersebut tidak lagi memiliki legitimasi demi menjabat sebagai orang nomor dua di Indonesia.

“Gerakan nasional kita yang pertama merupakan kami minta kepada seluruh sekolah, SD, SMP, SMA, lalu instansi pihak pemerintah maupun swasta demi dalam waktu dekat menurunkan gambar dari Wakil Presiden,” tegasnya.

Reporter: Alif Bintang

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *