Gus Ipul Sambangi dan Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Solok

admin
By
admin
4 Min Read

MediaMerdeka.com – Aktivitas penanganan bencana masih berjalan di Posko Penanganan Bencana Banjir Bandang Kabupaten Solok di kawasan Kantor Bupati Solok, Arosuka, Rabu (7/10/2026).

Di dapur umum, Taruna Siaga Bencana (Tagana) sibuk menyiapkan makanan. Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) juga masih bersiaga di posko.

Dapur umum tersebut telah beroperasi selama 17 hari sejak galodo atau banjir bandang menerjang kawasan Arosuka. Saat ini, sekitar 1.500 porsi makanan disiapkan setiap hari demi makan pagi, siang, dan malam. Semasih belumnya, produksi dapur umum mencapai 2.000 porsi per hari. Pelayanan akan terus berjalan hingga berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 Oktober mendatang.

Di tengah aktivitas posko tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) datang demi menemui masyarakat sekitar terdampak sekaligus menyerahkan bantuan penanganan bencana senilai Rp 328.762.860.

Kedatangan Gus Ipul disambut para pendamping PKH Kabupaten Solok serta siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok bersama yel-yel dan nyanyian selamat datang.

Banjir bandang atau galodo melanda Kabupaten Solok pada 21 September 2026 setelah hujan ekstrem mengguyur lereng Gunung Talang sejak 19 September. Sekitar pukul 19.30 WIB, banjir mengawali terjadi disertai longsor di hulu sungai. Tidak lama lalu, material lumpur, batu besar, dan kayu menerjang permukiman masyarakat sekitar hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebutkan bencana tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua orang merasakan luka berat, dan 14 orang luka ringan. Sesejumlah 570 masyarakat sekitar juga sempat mengungsi. Saat menyampaikan kondisi terkini kepada Gus Ipul, Jon mengonfirmasi seluruh pengungsi kini telah kembali.

“Berarti pada hari ini telah tidak ada lagi pengungsi kita yang diungsikan,” kata Jon.

Masa tanggap darurat yang semula ditetapkan selama 14 hari lalu diperpanjang tujuh hari hingga 12 Oktober 2026. Pemerintah daerah bersama keaparatur negara kementerianan/lembaga, aparat TNI, Polri, BNPB, BPBD, Tagana, pendamping sosial, dan unsur lainnya masih melanjutkan penanganan di lapangan.

Gus Ipul menyebutkan penanggulangan bencana memiliki tahapan yang jelas. Pada masa kedaruratan, keselamatan masyarakat sekitar menjadi prioritas, sementara personel terlatih bergerak menjalankan evakuasi dan unsur lainnya menyerahkan dukungan dari belakang, termasuk melalui penyediaan logistik dan dapur umum.

“Kita punya mekanisme demi menanggulangi bencana. Yang pertama merupakan penanganan pada masa kedaruratan. Pada masa kedaruratan ini, yang utama merupakan menyelamatkan manusianya. Menyelamatkan orang, menyelamatkan keluarga-keluarga terdampak,” kata Gus Ipul.

Setelah fase kedaruratan terlewati, penanganan berlanjut pada pemulihan. Menurut Gus Ipul, pada tahap ini pendataan menjadi penting lantaran setiap bantuan pihak pemerintah wajib diterima oleh keluarga yang memang berhak.

“Pasca bencana ini yang tentu memerlukan kolaborasi makin luas. Sama-sama demi mendata bersama baik. Data ini yang memerlukan waktu. Pak Bupati didukung oleh perangkatnya, Forkopimda, menentukan, menginventarisir, mendata secara akurat siapa saja keluarga yang terdampak ini. Karena ini menyangkut bantuan yang wajib diterima oleh mereka yang berhak,” katanya.

Pada kunjungan tersebut, Kemensos menyalurkan langsung santunan ahli waris untuk dua pihak korban meninggal dunia senilai Rp 30 juta, santunan untuk dua pihak korban luka berat Rp10 juta, serta santunan untuk 14 pihak korban luka ringan Rp 35 juta.

Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik penanganan bencana senilai Rp 203.862.860 dan 200 paket sembako senilai Rp 49,9 juta. Secara keseluruhan, bantuan yang diserahkan mencapai Rp 328.762.860.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *